Home / BERITA UTAMA / Ditegur Presiden, Wantanas ke Jember

Ditegur Presiden, Wantanas ke Jember

Jember– Presiden Joko Widodo yang memberikan teguran kepada Pemkab Jember karena serapan rendah dan banyaknya uang ngendon di bank langsung direspon Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) yang hadir ke Jember.

Selama tiga hari kedepan mereka akan melakukan pemetaan masalah dan melakukan kajian terhadap sejumlah aspek kehidupan di Jember.

Dalam kunjungan pembukaan di Pendopo Widyawibawagraha Jember, ada enam orang anggota Wantannas hadir di Jember. Mereka ditemui langsung pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jember di pendopo, termasuk pimpinan DPRD Jember.

Brigjend Syafi’ul Ketua tim rombongan Wantannas ke Jember mengakui jika kehadiran mereka karena menindaklanjuti pidato presiden terkait Jember yang masuk daerah dengan serapan rendah.

“Diantaranya ada represi itu. Setiap ada pernyataan presiden yang perlu ditindaklanjuti. Kita sebagai bawahan akan melakukan tindak lanjut ke daerah,” ucap Syafi’ul kepada sejumlah media.

Bahkan, saat ditekankan kembali apakah ini karena serapan anggaran yang rendah, pihaknya mengakui lagi sebagai salah satunya.

“Mungkin ada permasalahan yang lain,” ucap Pembantu Deputi Lingkungan Alam DKN RI ini. Misalnya terkait dengan sistem manajemen yang belum terintegrasi sehingga menghambat program-program pembangunan di Jember.

Yang jelas, yang dilakukan di Jember ini merupakan tugas rutin Wantannas ke daerah. Dirinya mengatakan tidak ada yang special dengan kunjungan ini seperti daerah lainnya. Pihaknya mengatakan jika ada prioritas Jember dikarenakan untuk membantu Jember lebih maju lagi dibandingkan sebelumnya.

Semua informasi yang didapatkan dari bupati dan paparan Bank Indonesia kemarin akan ditindaklanjuti dengan melakukan crosscek dan uji kebenaran dan melengkapinya. Bahkan, pihaknya akan melakukan penggalian data dan informasi dengan melibatkan seluruh pihak di Jember, mulai dari akademisi, praktisi professional, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya sehingga hasil kajian ini dapat dipertanggungjawabkan.

Syafiul mengatakan, dari penggalian hal-hal itu akan ditindaklnjuti untuk ditemukan permasalahan yang terjadi di Jember.

“Hasil akhirnya jika ditemukan permasalahan nantinya akan kita laporkan kepada presiden. Sehingga bisa dirumuskan kebijakan yang diteruskan kepada kementrian,” tegasnya.

Wantanas ini bukan hanya tentang TNI, Polri namun juga membawahi 14 kementrian.

Karena itu, pihaknya pun membutuhkan data dan fakta yang akurat sehingga hasil kajiannya tepat. Yang jelas, tujuannya untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember.

“Tidak ada maksud mencari masalah, tetapi menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tegas pria dengan bintang satu dipundaknya ini. (Sal/ra)

Check Also

Mayat Berlumpur Tepi Rel Kereta Api Gemparkan Warga

Jember- Warga Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates Jember digemparkan penemuan mayat laki-laki yang terbujur kaku dan berlumpur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *