Home / OPINI / Ekonomi Sulit: Kriminalitas Semakin Melejit

Ekonomi Sulit: Kriminalitas Semakin Melejit

Oleh: Sania Nabila Afifah
Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Banyak fakta kriminalitas yang saat ini terjadi menimpa masyarakat, bahkan bisa dikatakan di setiap lini kehidupan. Mulai dari perampokan, begal, pencurian, menjadi pengedar narkotika, penipuan dan lain sebagainya. Dan masalah seperti ini masih terus saja berulang seakan-akan tak ada hentinya, sampai kapan kehidupan ini menjadi rusak?. Padahal penegakan hukum sudah terealisasi. Lantas mengapa masih saja muncul masalah yang baru dengan modus lain, tetapi intinya sama.

Seperti yang pencurian yang terjadi di Jelbuk Desa Panduman Jember. Aksi pencuri yang menggondol motor Honda CBR 150 yang terjadi di rumah Suryadi, Calon anggota legeslatif (caleg) DPRD Dapil 1 Jember. Membuat korban geram, tetapi juga heran. Suryadi tidak menyangka pencuri yang diperkirakannya berjumlah dua orang itu masih sempat memindahkan helm dari atas motor ke bawah meja makan, setelah ke dua pencuri tersebut lahap menghabiskan makanan di depannya. “Karena ada dua bekas piring kotor,” jelas suli, sapaannya.
Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Jelbuk langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) , dikutip dari jpnn.com.

Kejadian yang sama Polres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jember setelah berhasil menciduk dua pelaku penadah sepeda curian. Mereka ada MR dan FZ. Berdasarkan barang bukti ditemukan tujuh unit sepeda motor berbagai merek yang kemudian diamankan. Dua tersangka tersebut yakni MR dan FZ diamankan karena keduanya berperan sebagai pembeli hasil curian. Keduanya dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sementara HRT pelaku utama masih dalam proses pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dikutip dari TIMESINDONESIA.

Kriminalitas terus meningkat diakibatkan banyaknya pemicu sehingga seseorang dengan gelap mata bisa melakukan hal-hal seperti pencurian dan lain sebagainya.

Pertama, disebabkan minimnya ketaqwaan individu masyarakat terhadap peran agama. Yang seharusnya agama menjadi pegangan dalam menjankan roda kehidupan baik dalam berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

Kedua, lemahnya kontrol masyarakat, yang saat ini bisa kita lihat dengan kehidupan yang lebih bersikap individualisme terhadap apa saja yang terjadi. Tak mau tahu keadaan situasi dan kondisi yang terjadi di sekelilingnya, hingga satu sama lain tidak pernah bersoasalisasi. Masyarakat yang terkadang kurang peka terhadap keadaan saudara atau tetangganya yang mungkin dalam kesulitan ekonomi. Sehingga menjadikan banyak pencuri disekitar kita.

Karena ekonomi saat ini sangatlah sulit, dari sulitnya mencari pekerjaan terutama bagi kaum laki-laki. Ditambah dengan banyaknya tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar seperti, kebutuhan makan sehari-hari, minum, biaya pendidikan yang mahal, kesehatan juga mahal dan lainnya, sehingga dari ekonomi yang sulit serta tidak dibarengi dengan keimanan dan ketaqwaan individu, mereka dengan mudahnya manusia mengambil langkah yang sangat dilarang oleh agama. Tanpa mengenal lagi halal dan haram, tidak lagi melihat baik atau buruk.

Ketiga lemahnya hukum yang dijalankan oleh pemerintah yang hanya dengan kurungan saja. Tanpa adanya pembinaan ketaqwaan terhadap Allah. Sehingga sel atau penjara hanya dijadikan tempat berpindah tidur dan makan saja. Karena tidak memberikan efek jera terhadap pelaku kriminalitas. Mereka (para pencuri) malah semakin betah di penjara daripada harus berdiam diri dirumah dengan segudang problem yang masing-masing individu pasti mengalaminya. Akhirnya menjadi suatu yang biasa sepulang dari Penjara malah kelakuannya semakin menjadi-jadi.

Ini semua buah dari sistem kapilaisme sekuler yang saat ini diterapkan ditengah-tengah kehidupan kita. Dengan asas sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan menjadikan manusia atau masyarakat menjadi invidu yang gagal dalam menjalankan kehidupan. Tak tahu arah kehidupannya.Yang dari sanalah sumber segala masalah, sebab kebebasan dalam sistem kapitalis ini diagung-agungkan. Yaitu kebebasan berprilaku, berpendapat, dan berkemilikan dan beraqidah.

Hanya dengan Islam sajalah semua masalah kriminalitas dan yang lainnya insya Allah akan bisa tersolusi. Karena Islam adalah agama yang diturunkan oleh SWT kepada Nabi Muhammad SAW tidak lain hanyalah untuk mengatur jalannya kehidupan. Dalam ruang lingkup individu maupun bermasyarakat dan bernegara.

Dalam Islam kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan dan papan serta kebutuhan kolektif seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya adalah kewajiban negara, untuk memenuhinya sebagai bentuk riayah dari penguasa atau khalifah. Dengan memberikan semuanya dalam bentuk subsidi-subsidi ataupun bisa secara gratis diberikan oleh negara. Sehingga tak akan ada masyarakat yang kebingungan untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya. Karena kebutuhan jasmani harus terpenuhi dan pemenuhannya tidak boleh ditunda, sebab akan mengakibatkan kepada kematian. Dan apabila salah dalam pemenuhan, yaitu tidak sesuai dengan aturan Allah maka akan menimbulkan kerusakan.

Begitu juga dengan ketaqwaan individu, Islam selalu membina masyarakat dengan memberikan pelayanan yang mudah untuk menuntut Ilmu agama atau mendalami tsaqafah Islam. Dengan menyiapkan para da’i yang disebar disetiap wilayah. Yang tugasnya adalah untuk memberikan pencerahan ditengah-tengah masyarakat. Juga didirikannya rumah-rumah khusus untuk mewadahinya. Sehingga dengan ketaqwaan individu ini akan mampu meminimalisir kriminalitas.

Rasulullah bersabda ” Seorang Imam (Khalifah) adalah pengurus; Dia bertanggung jawab atas (urusan) rakyatnya.” (HR Muslim)
Dari hadis di atas semua pelayanan adalah kewajiban penguasa untuk diberikan kepada semua rakyat tanpa terkecuali. Dan hal itu harus ditunaikan sebab kelak Allah akan bertanya kepadanya.

Serta yang tak kalah penting, adalah penegakan hukum yang diterapkan dalam kehidupan untuk memutuskan suatu perkara yaitu hanya kembali kepada alquran dan assunnah. Sebagaimana hukum pencurian yang di ditetapkan dalam Islam yaitu dengan cara potong tangan. Sesuai dengan kadar pencuriannya, jika sipencuri melakukan tindak pencurian senilai lebih dari dua juta maka hukumnya wajib dipotong tangannya.

Dengan catatan negara yang menerapkan aturan ini adalah negara yang menerapkan Aturan Islam. Jika pencuriannya dibawah nishob yang ditentukan, maka sipencuri mendapat hukuman kurungan dengan diberikan pembinaan ketaqwaan kepada Allah. Untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Yaa… dengan hukum Islam ini juga akan memberikan efek jera kepada sipelaku dan masyarakat yang lain, serta menghapuskan dosa sebab telah melanggar perintah Allah dan larangan-Nya. firman Allah dalam surat al-baqarah 208, tentang kewajiban muslim untuk masuk Islam secara kaffah atau menyeluruh. Untuk mengambil Islam dan juga aturannya atau syariahnya.

“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Agama Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan, sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata “

Wa-Allahu a’lam bish-showab.

Check Also

Menyelisik Bahasa Inggris Sebagai Sebuah Isu Berkelanjutan di Indonesia

Oleh: Mega Fariziah Nur Humairoh, S.Pd., M.Pd. Sebagai orang Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *