Home / BERITA UTAMA / Gandeng Kelompok Tani, Polije Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tembakau sebagai Pengendali Hama Uret Tanaman Kelapa

Gandeng Kelompok Tani, Polije Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tembakau sebagai Pengendali Hama Uret Tanaman Kelapa

Jember- Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, pada 2016, luas areal tanaman kelapa di Indonesia mencapai 3,6 juta hektar dimana 3,5 juta hektar dikelola masyarakat. Dari total luasan tersebut, 2,6 juta hektar berproduksi dan sisanya merupakan kebun yang belum berproduksi serta rusak. Hal ini disebabkan antara lain akibat adanya serangan hama uret tanaman kelapa, seperti halnya yang terjadi pada kegiatan budidaya kelapa di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Jember, sehingga produktivitas tanaman tidak bisa dicapai dengan optimal.

Tim pengabdian Politeknik Negeri Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember yang terdiri dari dosen Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember yakni Irma Wardati, SP., MP Duah Nuning Erawati, SP., MP dan Ir. Usken Fisdiana, MST.

Ketua tim pengabdian Polije Irma Wardati menjelaskan, mitra kegiatan pengabdian ini adalah petani kelapa rakyat yang tergabung dalam Kelompok Tani Kelapa Rakyat yang diketuai oleh M. Nur Khoiril (34 tahun) yang mempunyai total anggota 25 orang dengan usaha di bidang budidaya tanaman kelapa, padi, jagung, tembakau dan sekaligus mempunyai ternak kambing atau sapi.

Irma menerangkan, Petani umumnya menghabiskan 40 persen biaya untuk mengatasi hama dan penyakit. Cara yang biasa diterapkan adalah dengan mencampur beberapa pestisida. Pengendalian kimiawi seperti tersebut di atas merupakan salah satu cara yang sering dilakukan oleh petani tembakau karena fungisida kimia mempunyai daya bunuh cepat, berspektrum luas sehingga segera dapat dilihat hasilnya.

Pengendalian penyakit dengan fungisida kimiawi akan memberikan dampak positif dengan kemampuan menekan perkembangan penyakit tanaman tetapi menimbulkan dampak negatif seperti resistensi, resurgensi, dan letusan hama kedua. Selain itu juga mengganggu kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan, yang disebabkan oleh residu yang tinggi pada komponen produksi dan ekosistem.

“Oleh karena itu, kelompok tani kelapa di Kecamatan Wuluhan memerlukan alternatif pengendalian yang lebih aman dan berwawasan lingkungan, antara lain dengan memanfaatkan insektisida nabati,” ujar Irma.

Pengendalian hama uret tanaman kelapa dengan menggunakan insektisida nabati dengan memanfaatkan limbah tanaman tembakau merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah karena lebih ramah lingkungan dan dapat menekan populasi hama serta intensitas kerusakan tanaman yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas tanaman.

Anggota tim pengabdian Polije, Duah Nuning Erawati menguraikan, pemanfaatan limbah tanaman tembakau sebagai insektisida nabati hama uret tanaman kelapa relatif aman, mudah dan murah tetapi belum diketahui kegunaannya secara luas oleh masyarakat petani sehingga cocok diterapkan oleh mitra petani kelapa rakyat di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Jember.

“Produk insektisida nabati yang dikembangkan diharapkan akan membuka peluang wirausaha baru di bidang produk insektisida nabati hama uret yang berwawasan lingkungan,” katanya.

Ia menerangkan, tahap pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan tentang manfaat limbah tanaman tembakau sebagai bahan insektisida yang ramah lingkungan), pelatihan (praktek pembuatan insektisida nabati berbahan limbah (brangkasan) tembakau sisa panen milik masyarakat), demplot (bertujuan untuk memberi contoh secara langsung kepada petani mitra tentang cara pengemasan insektisida nabati hasil produksi petani mitra secara mandiri berupa kemasan botol/jerigen 1 liter), aplikasi di lapang (melatih petani mitra dalam menentukan konsentrasi dan dosis yang tepat, serta cara aplikasi insektisida limbah tembakau secara benar), pendampingan (memonitor setiap tahapan kegiatan agar pelaksanaan di lapang berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan) dan evaluasi (terkait dengan kendala selama kegiatan berlangsung, serta peluang petani sebagai wirausaha baru dari hasil kegiatan yang telah dilakukan).

Kelompok tani kelapa rakyat di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember antusias mendapatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat, karena kebiasaan yang selama ini mereka lakukan adalah membakar begitu saja sisa panen tanaman tembakaunya.

Sementara itu, Ir Usken Fisdiana, MST memaparkan, hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah petani mitra memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan dan keterampilan terkait pemanfaatan limbah tanaman tembakau sebagai insektisida pengendali hama uret tanaman kelapa. Kedua, petani mitra berpeluang untuk menjadi wirausaha baru dalam hal produksi insektisida limbah tanaman tembakau.

“Ketiga, kegiatan pengabdian kepada Masyarakat membuka peluang untuk dilanjutkan dalam bentuk kegiatan kerjasama lainnya antara Masyarakat Kelompok Tani Kelapa Rakyat di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dengan Politeknik Negeri Jember,” pungkasnya. (ir/sal)

Check Also

Tingkatkan Performa Atlet Basket, Polije bareng Perbasi Implementasikan Teknologi Sport Science

Jember- Di Indonesia, bola basket merupakan salah satu olah raga favorit untuk ditonton dan dimainkan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *