Home / BERITA UTAMA / Guru Mogok Mengajar, Tuntut Kasek Mundur

Guru Mogok Mengajar, Tuntut Kasek Mundur

Jember-Sembilan orang guru yang mengajar di MTS Al-Khoiriyah yang terletak di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, melakukan mogok mengajar. Hal itu dilakukan, karena menginginkan Kepala Sekolah tersebut mundur.

“Kami mogok mulai kemarin. Kalau misalnya tetap tidak mundur, kita tetap mogok. Sampai benar-benar pengurus itu mau memberhentikan satu orang ini. Jadi kalau memang sayang sama murid dan gurunya, yayasan harus mengeluarkan Abdul Holik,” kata Ririn salah satu guru di MTS Al-Khoiriyah, Selasa (29/1).

Menurutnya, semua guru MTS Al-Khoriyah puger menginginkan kepala sekolah tersebut lengser atau keluar dari sekolah, karena beberapa masalah.

“Ke saya dia pernah menuduh saya menyembunyikan berkas TPP teman saya yang bernama bu ika. Dikira saya menyembunyikan, makanya dia marah dan mendekat ke saya dan memukul saya satu kali dibagian kepala yang disaksikan dua teman saya,” ungkapnya.

Bahkan, dia melarang semua guru datang ke jakarta, ke salah satu pemilik yayasan Habib Abdurahman Assegaf. Dia melarang semua guru untuk ikut liburan kesana.

“Tapi empat orang guru, termasuk saya tetap nekat ikut ke jakarta. Bahkan ketika disana, dia sempat SMS tidak usah datang ke Khoiriyah. Karena kita tidak patuh dengan perintah dia, istilahnya diberhentikan, tidak boleh datang ke sekolah,” jelasnya.

Kepala sekolah itu terkesan arogan, melihat guru yang tidak patuh dengan perintahnya. “Sepulang dari jakarta, dia juga mencorat-coret absen hadir empat guru. Tidak tahu maksudnya apa, tiba-tiba di coret,” ujarnya.

Dikatakannya, dia juga sering mengancam teman-teman guru. “Bahkan sempat ketika ada rapat dengan pengurus yayasan, ketika rapat anehnya semua HP di taruh di meja depan dengan alasan bisa fokus. Takut gimana, gak tahu saya,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh, jumlah siswa di sekolah itu berjumlah 123 siswa. Sedangkan jumlah guru yang mogok ada 9 orang, dari 13 guru yang mengajar di MTS Al-Khoiriyah. “Untuk anak didik sekarang ada di sekolah, kurang tahu kondisinya yang sebagian,” terang Ririn.

Sementara, saat beberapa wartawan menemui kepala sekolah, salah satu guru bernama Imam menyampaikan kepala sekolah sedang rapat dan enggan memberikan komentar. “Kepala sekolah masih rapat,” tuturnya. (sg)

Check Also

Hanyut Lima Hari, Mayat Nahrowi Ditemukan

Jember-Sejak dikabarkan hanyut dan terseret arus sungai Sadengan lima hari yang lalu, mayat Nahrowi (35) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *