Home / OPINI / Marak Pembuangan Bayi di Jember

Marak Pembuangan Bayi di Jember

Oleh: Sania Nabila Afifah*

Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Miris…, Jember yang terkenal dengan sebutan kota santri saat ini jika melihat fakta yang banyak terjadi di Kota Jember ini, mulai dari maraknya pengedaran narkoba, kriminalitas dan juga seks bebas yang berujung pada pembuangan bayi. Seolah-olah identitas kota santri sudah tergerus terbawa derasnya liberalisasi kehidupan.

Kembali ditemukan oleh warga bayi yang dibuang, di atas saluran drainase kebun salak. Arinya tersangkut diantara duri pohon salak. Bayi yang diperkirakan masih berumur dua jam setelah lahir hari pertama kali ditemukan oleh Budi Jumantoro (40), warga setempati. Saat itu bayi menangis masih terbungkus dalam kantong plastik.

Bayi ini ditemukan oleh Budi Jumantoro warga Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. Yang saat itu dia hendak mengantarkan anaknya pergi mengaji yang kebetulan jalan yang dia tempuh tersebut melewati sungai. Yaitu 25 meter dari rumahnya terdengar suara bayi menangis. Sebelumnya dia membawa bayi tersebut, dia terlebih dahulu menghubungi warga lain atau tetangganya dan kepala dusun setempat. Senin 21 Januari 2019.

Saat ini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut serta berkoordinasi dengan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, PPA Polres Jember. Pihaknya telah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan bayi.

Setelah dilakukan pencarian , akhirnya ditemukan bayi laki-laki, masih lengkap dengan ari-arinya, terbungkus tas kresek. Dengan bantuan lampu senter, warga akhirnya mengevakuasi bayi tersebut. Yang sempat kesulitan, karena tersangkut duri pihon salak. Penemuan bayi tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang kemudian dilanjudkan ke Polsek Arjasa. Dikutip dari Liputan6.

Beberapa bulan yang lalu, di tahun 2018 juga ada beberapa bayi yang ditemukan oleh warga yang salah satunya dibuang di sungai dibawah jembatan Mastrip Jember. Selain itu juga mungkin masih banyak lagi bayi-bayi tak berdosa yang dibuang atau juga diaborsi.

Itulah fakta yang terjadi di Kota Jember yang saat ini tak lagi tercerminkan sifat yang identik dari kota ini, Yaitu santri. Semua ini terjadi diakibatkan oleh aturan yang diberlakukan dalam mengatur kehidupan adalah aturan yang bersumber dari benak manusia. Dari sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Menjadikan manusia membuang adanya peran Agama dari kehidupan. Yang akhirnya menjadi liberal atau bebas.

Dari kebebasan-kebebasan seperti, bebas berprilaku yang bisa menyebabkan manusia tidak lagi mau diatur dengan aturan Allah swt, yang seharusnya  perbuatan zina didalam pandangan Islam itu diharamkan atau dilarang menjadi boleh atau bebas. Mau melakukan atau tidak. Dan menjadi pemicu dari banyak  perzinahan saat ini.

Di era yang serba canggih dengan adanya HP, yang didalamnya banyak sekali tontonan tidak senonoh bisa dilihat bahkan sangat mudah sekali diakses. Dimana hal itu memicu manusia terangsang syahwatnya. Disamping juga pengaruh dari banyaknya kaum wanita yang saat ini tidak menutup aurat. Dari kebebasan berprilaku inilah akar masalah kenapa banyak terjadi perzinahan yang berujung pada pembuangan bayi.

Hanya Islam yang bisa mengatasi masalah Perzinahan yang berujung pembuangan bayi. Islam sebagai Agama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang tujuannya adalah untuk mengatur ummat manusia.

Dalam pandangan Islam, zina adalah bentuk perbuatan yang fahisyah atau keji yang diharamkan bagi pemeluknya untuk melakukan zina. Bahkan mendekati zina juga diharamkan.

Sebagaimana firman Allah didalam surat al-isra’ ayat 32.

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah pebuatan yang keji serta seburuk-buruk jalan”

Selain itu Allah juga memberikan aturan yaitu sanksi bagi pelaku zina yaitu dengan cara dihukum cambuk bagi pezina yang  masih terkatagori lajang. Dan hukum Rajam bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah.

Dengan adanya aturan Allah ini jika diterapkan dalam sendi kehidupan bernegara maka, niscaya akan meminimkan terjadinya perzinahan. Sebab dengan ditegakkannya aturan tersebut bisa memberikan efek jera terhadap pelaku zina serta sebagai penghapus dosa.

Itulah keberkahan aturan Islam jika diterapkan dalam kehidupan. Serta perlu diketahui bahwa Agama Islam tidak melulu mengatur masalah ibadah ritual saja. Karena Allah mengatur seluruh perbuatan manusia secara detail. Yang harus diterapkan dalam kehidupan bernegara. Agar selamat di dunia dan akhirat.

Jika kita berharap agar kota ini bebas dari perzinahan maka kembalilah pada aturan Islam.

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh suri teladan kita Nabi Muhammad SAW. Ketika memutuskan hukum perzinahan yaitu sesuai dengan apa yang telah Allah turunkan. Karena hanya Allahlah yang berhak menetapkan hukum.

Wallahu a’lam bish-showab.

Check Also

Menyelisik Bahasa Inggris Sebagai Sebuah Isu Berkelanjutan di Indonesia

Oleh: Mega Fariziah Nur Humairoh, S.Pd., M.Pd. Sebagai orang Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *