Home / BERITA UTAMA / Menyelisik Bahasa Inggris Sebagai Sebuah Isu Berkelanjutan di Indonesia

Menyelisik Bahasa Inggris Sebagai Sebuah Isu Berkelanjutan di Indonesia

Oleh: Mega Fariziah Nur Humairoh, S.Pd., M.Pd.

Sebagai orang Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa Inggris sangat diharapkan mampu menjadi center role sebagai (lingua franca)bahasa perhubungan di Indonesia. Indonesia sebagai non-speaking English country sudah mulai menanamkan bahasa Inggris ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia semenjak beberapa tahun yang lalu. Indonesia sudah menyertakan bahasa Inggris di semua level pendidikan dari yang rendah hingga universitas.

Bahkan, mayoritas perkantoran menginginkan karyawannya paling tidak bisa mengerti jika mereka membaca atau mendengar pembicaraan dalam bahasa Inggris. Selain itu, menguasai bahasa Inggris dengan baik akan menambah poin plus jika ingin bersaing memperebutkan suatu jabatan diperusahan tertentu. Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaat yang efektif dan efisien dari adanya bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia, perlu adanya evaluasi ulang mengenai kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh penduduk Indonesia.

Berdasarkan Indeks Kemahiran Bahasa Inggris dari lembaga English First, Indonesia masih bertahan untuk diposisikan di bawah negara-negara Asia terdekat lainnya; yaitu, Singapura, Malaysia, dan bahkan Vietnam dalam hal kecakapan berbahasa Inggris. Meskipun, dalam data ini, kecakapan bahasa Inggris orang Indonesia termasuk dalam kategori medium atau menengah, para ahli berpendapat bahwa data diperoleh melalui Internet. Ini berarti hanya mereka yang memiliki koneksi internet yang diambil sampelnya. Ada kemungkinan bahwa hasilnya akan jauh lebih rendah jika tes juga melibatkan mereka yang tidak memiliki koneksi internet, seperti mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Kurang meratanya kemampuan atau kemahiran bahasa Inggris di Indonesia, terutama antara kota-kota besar dan daerah pedesaan atau terpencil, memiliki beberapa implikasi penting bagi negara.

Selain itu, kita tidak mungkin mengabaikan fakta bahwa bahasa Inggris adalah lingua franca (bahasa perhubungan) juga dalam perdagangan internasional. Mengingat semakin terbukanya dunia, terutama dalam konteks ekonomi, peran bahasa Inggris tentu sangat penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara tetangganya.

Selain itu, sekarang sangat mungkin bahwa, misalnya, pengusaha dari luar negeri tertarik untuk mengejar bisnis dengan rata-rata orang terpencil di Indonesia. Dalam hal ini, jelas bahwa bahasa Inggris berperan dalam menjembatani kebutuhan negara-negara regional untuk mengejar perdagangan yang bermanfaat bagi semua pihak.

Sejalan dengan itu, situasi tidak diragukan lagi akan menghambat pengembangan daerah pedesaan. Dengan kata lain, semakin rendah kemampuan bahasa Inggris, semakin rendah tingkat perkembangan suatu wilayah. Selain itu, orang-orang akan menghadapi kesulitan dalam membuka peluang bagi diri mereka sendiri atau berpartisipasi dalam peluang global. Kenyataannya, ada beberapa program yang bisa digunakan oleh orang Indonesia, terutama pemuda, untuk berpartisipasi di arena internasional.

Melihat situasi ini, maka penting bagi pemerintah lokal dan pusat untuk serius menangani masalah bahasa Inggris. Sepanjang waktu ini, pemerintah daerah terkesan “lepas tangan” dan membiarkan rakyat berjuang sendirian. Rakyat Indonesia biasanya, misalnya, membentuk lingkaran belajar kecil untuk belajar bahasa Inggris tanpa dukungan formal.

Situasi ini diperparah oleh kurangnya ketersediaan guru bahasa Inggris yang berkualitas untuk sekolah umum di daerah pedesaan atau kabupaten. Tidak dapat diabaikan lagi bahwa pemerintah harus mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan dilema yang telah lama dilanda ini; misalnya, mengembangkan lembaga bahasa Inggris nasional secara gratis, termasuk di kabupaten atau bahkan kecamatan.

Check Also

Puluhan Ribu Warga Jember Banjiri Kampanye Prabowo Sandi

Jember – Masa kampanye terbuka dimanfaatkan maksimal oleh tim pemenangan ataupun relawan. Seperti yang dilakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *