Home / BERITA UTAMA / Polije beri Pelatihan Keterampilan Membuat Bunga Artifisial berbahan baku Sabun Mandi sebagai Pengharum dan Penghias Ruang

Polije beri Pelatihan Keterampilan Membuat Bunga Artifisial berbahan baku Sabun Mandi sebagai Pengharum dan Penghias Ruang

Jember- Usaha pembuatan bunga artifisial berbahan clay sabun mandi sebagai pengharum dan penghias ruang merupakan usaha yang cukup menjanjikan di wilayah Kabupaten Jember, karena keberadaan usaha ini masih terbatas keberadaannya.

Keberadaan sabun mandi batang tidak hanya digunakan sebagai alat pembersih badan saat mandi saja, di tangan-tangan kreatif sabun mandi batang ini bisa di olah menjadi berbagai macam bentuk kreasi unik yang dapat dijadikan bisnis craft berbahan clay sabun mandi yang cukup menjanjikan keuntungan.

Aneka kreasi unik berbahan clay sabun mandi yang saat ini banyak di produksi antara lain berbentuk miniatur mobil dan motor antik, kue-kue artifisial dan berbagai bunga artifisial yang selain dapat mempercantik ruangan sekaligus sebagai pengharum ruang.

Salah satu usaha pembuatan craft berbahan clay sabun di Jember adalah Dewi Floristsoft dengan produk unggulannya adalah bunga artifisial disamping produk-produk clay sabun lainnya sesuai pesanan.

Keberadaan usaha ini telah cukup lama didirikan akan tetapi keseriusan usaha baru dimulai sekitar 2 tahun yang lalu setelah banyak menerima pesanan bunga clay sabun dari kantor-kantor dan beberapa hotel dalam jumlah yang cukup besar.

Dewi Froristsoft menemui kendala utama yaitu rendahnya kapasitas produksi, proses produksi yang relatif lama karena penggunaan alat yang sederhana dan bergantung pada tenaga manusia. Selain kendala utama tersebut, Dewi Floristsoft juga terdapat kendala lainnya yang cukup menghambat perkembangan usaha, meskipun dapat dikatakan menguntungkan akan tetapi kurang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga peningkatan penjualan produk kurang signifikan.

Keinginannya meningkatkan penjualan produknya menyebabkan Dewi Floristsoft mencari berbagai cara termasuk berkonsultasi dengan perguruan tinggi, maka dengan adanya program Pengabdian BOPTN ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menganalisa beberapa hal terkait proses produksi hingga pemasarannya yang perkembangan usahanya lambat.

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (POLIJE) menangkap keluhan ini dan sekaligus mencari jalan keluar membantu Dewi Floristsoft. Tim Pengabdian Polije beranggotakan Ratih Puspitorini YA, SE, MM, dan Wenny Dhamayanthi, SE, M.Si. Keduanya adalah Dosen yang terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan ini dan memiliki bidang kepakaran manajemen sumberdaya manusia, manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.

Ketua tim pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Ratih Puspitorini menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi Dewi Floristsoft. Setelah menganalisa kendala yang dihadapi, maka alternatif solusi yang ditawarkan dari kegiatan Pengabdian BOPTN ini yaitu memberikan pelatihan penggunaan alat pencampur clay sabun tentang operasional penggunaan alat pencampur clay sabun (mixer) serta hal-hal lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk.

“Kedua, memberikan bimbingan dan pelatihan tentang membuat bunga artifisial serta bagaimana mengemas produk agar dapat mencapai tujuan pesanan tanpa ada kerusakan serta penyusunan pembukuan usaha sederhana dan pemasaran produk,” ujar Ratih.

Selama proses kegiatan, Dewi Floristsoft selalu berpartisipasi aktif sebagai peserta dan beberapa orang pengusaha terlibat langsung sebagai penyedia sarana dan prasarana serta sebagai pelaksana kegiatan PkM sekaligus koordinator kegiatan.

Anggota tim pengabdian, Wenny Dhamayanthi menerangkan, terkait dengan kegiatan PkM di Dewi Floristsoft dalam hal peningkatan kualitas produk dan strategi penjualan produk bunga sabun artifisial, beberapa orang dosen dilibatkan sesuai dengan bidang kepakaran untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh Dewi Floristsoft (Mitra) di Kecamatan Ambulu.

“Upaya mengatasi masalah produksi, kualitas produk dan manajemen bisnis yang dihadapi mitra dilakukan dengan membentuk tim pendamping mitra yang solid dengan kepakaran dibidang manajemen pemasaran, manajemen sumberdaya manusia serta manajemen keuangan,” kata Wenny.

Wenny menambahkan, kegiatan PKM di Dewi Floristsoft ini telah membuka wawasan mitra akan pentingnya menjaga kualitas produk melalui proses pengolahan produk yang benar, mengemas produk dengan bahan kemasan yang aman, menarik dan berbagai variasi bentuk serta ukuran dapat meningkatkan nilai jual produk.

Sementara itu Ratih menghimbau penggunaan media cetak dan elektronik dalam promosi dan pemasaran produk dapat mempercepat penyerapan produk dan memperluas jangkauan pasar.

“Kegiatan ini menunjukkan dampak yang positif dalam merubah pola produksi bunga sabun artifisial di Dewi Floristsoft kearah yang lebih baik dan modern, sebaiknya kegiatan serupa dilakukan pula usaha kreatif lainnya di Kabupaten Jember sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pengusaha dan menjaga keberlanjutan produk-produk kreatif lainnya,” pungkas Ratih. (wen/sal)

Check Also

Tingkatkan Performa Atlet Basket, Polije bareng Perbasi Implementasikan Teknologi Sport Science

Jember- Di Indonesia, bola basket merupakan salah satu olah raga favorit untuk ditonton dan dimainkan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *