Home / BERITA UTAMA / Polije Tingkatkan Produksi dan Penjualan Abon Ikan Melalui Inovasi Alat Peniris

Polije Tingkatkan Produksi dan Penjualan Abon Ikan Melalui Inovasi Alat Peniris

Jember- Bulan Agustus sampai dengan November merupakan puncak musim panen ikan dan udang. Pada bulan tersebut hasil tangkapan ikan tuna melimpah di hampir seluruh perairan pantai selatan pulau jawa, dan masyarakat memanfaatkan hal ini untuk memproduksi berbagai bentuk olahan ikan salah satunya Abon Ikan Tuna.

Salah satu pengusaha abon ikan, merupakan mitra dari kegiatan PKM BOPTN Politeknik Negeri Jember ini yaitu UD Mina Pangan. Pengusaha tersebut telah cukup lama menggeluti usaha pengolahan hasil perikanan seperti pembuatan abon ikan yang berbahan baku ikan tongkol atau tuna.

Reina, pemilik UD Mina Pangan mengatakan, pada saat puncak musim panen tersebut pengolahan abon ikan mengalami kendala dalam produksi yaitu proses produksi masih menggunakan peralatan tradisional sehingga abon yang dihasilkan masih mempunyai kadar minyak yang tinggi sehingga kualitasnya menjadi kurang baik dan daya tahan abon ikan rendah. Abon ikan yang dihasilkan oleh UD Mina Pangan umumnya hanya dipasarkan di wilayah Jember dan sekitarnya. Keterbatasan jumlah produksi wilayah pemasaran disebabkan keterbatasan alat dan strategi pemasaran yang dilakukan.

Tim pengabdian polije yang beranggotakan Ariesia Ayuning Gemaputri, S.Pi, MP dan Ida Adha Anrosana P, S.Pi, MP bergerak dengan memberikan pelatihan manajemen bisnis tentang pemasaran.

Penanggungjawab Tim Polije, Ariesia menerangkan pihaknya juga memberikan bantuan alat berupa peniris minyak dalam produksi abon ikan di UD Mina Pangan dan kegiatan bimbingan teknis penggunaan alat peniris minyak dan pengemasan produk.

“Penggunaan alat peniris minyak dalam produksi abon ikan di UD Mina Pangan terbukti mampu meningkatkan kualitas produk terutama daya simpan produk yang menjadi lebih lama dan tidak cepat tengik,” ujar Ariesia.

Ida Adha Anrosana menambahkan, kemasan produk abon ikan yang di produksi oleh UD. Mina pangan ada dua bentuk kemasan yaitu kemasan ekonomis berupa kemasan plastik yang di sealer dan kemasan oleh-oleh yang lebih estetik yaitu botol kaca tutup ulir.

“Kegiatan ini telah membuka wawasan mitra akan pentingnya menjaga kualitas produk melalui proses pengolahan produk yang benar, mengemas produk dengan bahan kemasan yang aman, menarik dan berbagai variasi bentuk serta ukuran dapat meningkatkan nilai jual produk,” kata Ida.

Diakhir kegiatan, Ariesia mengingatkan, bahwa penggunaan media cetak dan elektronik dalam promosi dan pemasaran produk dapat mempercepat penyerapan produk dan memperluas jangkauan pasar, ujar Ariesia Ayuning (ar/sal)

Check Also

Tingkatkan Performa Atlet Basket, Polije bareng Perbasi Implementasikan Teknologi Sport Science

Jember- Di Indonesia, bola basket merupakan salah satu olah raga favorit untuk ditonton dan dimainkan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *