Home / PENDIDIKAN / Politeknik Negeri Jember Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Lele Jadi Produk Olahan Pangan

Politeknik Negeri Jember Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Lele Jadi Produk Olahan Pangan

Jember- Berdasarkan data tahun 2016, Jember merupakan salah satu Kabupaten pemasok ikan lele terbesar di Jawa Timur yaitu 5800 ton dalam satu tahun. Hasil observasi di lapangan diperoleh informasi bahwa petani ikan lele di wilayah ini melakukan budidaya ikan lele secara mandiri.  Modal kerja para petani ikan lele ini masih sangat minim karena pada umumnya merupakan modal pribadi. Ikan lele yang dihasilkan selanjutnya langsung dijual ke pedagang pengepul dengan harga Rp. 12.000 – Rp. 14.000 per kg.

Pendapatan para petani ikan lele sangat tergantung pada jumlah ikan lele yang terjual. Setelah dikurangi biaya produksi, para petani ikan lele secara umum memiliki pendapatan yang masih relatif rendah yaitu sekitar Rp. 5000 – Rp. 7000.- per kg.

Semakin tingginya harga pakan ikan dan belum adanya standar baku harga di tingkat tengkulak yang cenderung tidak sesuai dengan ongkos produksi menyebabkan petani lele resah.

Melihat permasalahan tersebut, Politeknik Negeri Jember mengirimkan dua orang dosennya untuk memberikan pelatihan diversifikasi ikan lele menjadi produk olahan pangan, agar ada pilihan alternatif bagi petani dalam menjual ikan lelenya tidak hanya dalam bentuk mentah (lele hidup) tapi menjual dalam bentuk olahannya. Sehingga diharapkan petani lele tidak terlalu bergantung dengan harga yang ditentukan oleh tengkulak.

Tim pengabdian kepada masyarakat yang dikirimkan Polije adalah Dhanang Eka Putra SP, MSc sebagai Ketua dan Andi Muhammad Ismail, SST, MSi sebagai anggota, dibantu oleh beberapa mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Agroindustri Jurusan Manajemen Agribisnis.

“Petani ikan lele di daerah ini jumlahnya cukup banyak, hal ini menyebabkan ikan lele yang dihasilkan cukup berlimpah sehingga memungkinkan untuk diolah menjadi produk pangan alternatif dalam skala besar disamping itu produk olahan ikan lele cukup digemari oleh masyarakat tetapi saat ini keberadaaannya dipasaran masih sangat sedikit sehingga usaha makanan berbasis ikan lele masih memiliki potensi yang sangat luar biasa,” terang Dhanang Eka Putra disela pelatihan.

Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas wajib dosen yaitu Tri Dharma perguruan tinggi yang antara lain Pendidikan, penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengadakan pelatihan ini sesuai dengan kompetensi kami, saya sendiri dosen yang ahli dibidang pengolahan ikan dan Pak Dhanang adalah dosen yang memiliki keahlian di bidang manajemen agribisnis, oleh karena itu kami mengambil tema pelatihan pembuatan olahan ikan lele yaitu bakso dan nugget ikan lele,” terang Andi Muhammad .

Kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari petani lele, hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang hadir. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan sampai dengan mempraktekkan sendiri bagaimana cara mengolah ikan lele yang benar.

“Saya senang dan antusias sekali dengan acara ini,  sekarang kami tidak selalu menjual lele dalam bentuk mentah dan murah, namun bisa dijual dalam bentuk olahan bakso dan nugget yang tentunya dari segi harga bisa lebih tinggi daripada dari kolam langsung dijual,” ujar Edy Purnomo peternak lele warga desa gunungsari.

Pada akhirnya, hasil yang diperoleh nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani ikan lele di Kecamatan Umbulsari, sehingga usaha ini dapat menopang perekonomian keluarga petani ikan lele serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara ekonomi. (RED)

 

Check Also

Penguatan Karakter, TMMD Bekali Siswa SMP 4 Sumberjambe Materi Kedisiplinan

Jember– Pembinaan karakter sangat dibutuhkan untuk memantapkan bekal sebagai kader-kader pemimpin bangsa, hal tersebut dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *