Home / BERITA UTAMA / Soal Bentrok di Jember, Ternyata Forkopimda Sudah Rekom Bupati untuk Dibatalkan

Soal Bentrok di Jember, Ternyata Forkopimda Sudah Rekom Bupati untuk Dibatalkan

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo

Jember- Kericuhan sebelum dan setelah pertandingan antara Bonek dengan PSHT di Jember beberapa waktu lalu ternyata sudah diprediksi Fokopimda.

Forkopimda sudah menyarankan kepada Bupati Faida agar membatalkan laga Semeru FC versus Persebaya di Jember Sport Garden (JSG) sebab ada rentetan kejadian sebelumnya yakni bentrok Bonek dengan PSHT di Surabaya yang menewaskan 2 anggota PSHT pada 1 Oktober lalu. Demikian disampaikan Kapolres Jember Kusworo saat rapat dengar pendapat bersama Pimpinan DPRD Jember.

Kusworo mengatakan, usai upacara hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober lalu, Forkopimda sudah berkoordinasi untuk membahas bentrok Bonek dan PSHT di Surabaya tersebut, karena laga Semeru FC versus Persebaya akan digelar di Jember pada tanggal 4 Oktober 2017.

Seluruh jajaran Forkopimda saat itu, termasuk Wakil Bupati Abdul Muqit yang mewakili Bupati Faida, sepakat untuk membatalkan laga tersebut. Bahkan hasil kesepakatan tersebut sudah disampaikan kepada Bupati Faida melalui pesan singkat.

Namun keesokan harinya, yakni pada tanggal 2 Oktober 2017, Polres Jember ternyata menerima surat Ijin penggunaan JSG dari Pemkab Jember. Hari itu juga Polres meneruskan surat tersebut ke Polda Jatim karena untuk ijin keramaian berskala nasional menjadi kewenangan Polda.

Dalam surat tersebut, Polres juga melampirkan rekomendasi kepada Polda untuk mempertimbangkan potensi konflik Bonek versus PSHT sebagai dampak dari peristiwa di Surabaya. Dan hingga saat ini, Polda Jatim belum menerbitkan ijin keramaian untuk laga tersebut yang sempat diwarnai bentrok antara Bonek dengan PSHT.

Kendati demikian, Kusworo mengaku sudah berkoordinasi dengan Polres sekitar dan juga Brimob untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan langkah ini, dia bersyukur kerusuhan yang sempat terjadi antara Bonek dan PSHT bisa diredam tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Saya digaji dari uang rakyat, malu saya kalau tidak bisa mengamankan rakyat,” ujar Kusworo

Kedepan, Kusworo berharap agar Bupati Faida mau mendengar masukan dan rekomendasi Forkopimda sehingga kerusuhan seperti hari Rabu kemarin tidak terulang.

Pantauan media ini, upaya pengamanan dan pencegahan bentrok bonek dan PSHT yang dipimpin Kapolres Kusworo mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat di media mainstream dan media sosial. (Riq/sal)

Check Also

Tiket Kereta Api H-5 hingga H+5 Ludes Terjual

Jember- Tiket Kereta Api untuk jadwal keberangkatan H-5 hingga H+5 lebaran, hanya tersisa 40 persen. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *