Home / BERITA UTAMA / Aneh, Surat Kesepakatan KUA-PPAS Ditandangani Bupati Saat Finalisasi Belum Selesai

Aneh, Surat Kesepakatan KUA-PPAS Ditandangani Bupati Saat Finalisasi Belum Selesai

Jember- Bupati dan DPRD Jember belum menemui kata sepakat terkait finalisasi Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2017. Anehnya, meski belum ada kata sepakat, sudah ada surat masuk ke sekretariat DPRD Jember tentang nota kesepakatan KUA-PPAS P-APBD 2017 yang sudah ditandatangani oleh Bupati Faida.

Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi meminta tim anggaran untuk memberikan penjelasan maksud surat tersebut. Sebab, sejauh ini pembahasan finalisasi KUA PPAS belum tuntas. Apalagi dalam surat tersebut sudah di tandatangani Bupati, sehingga terkesan DPRD di todong untuk harus tanda tangan.

Semakin aneh, lanjut Ayub, sikap Bupati yang disampaikan ketua tim anggaran berbeda dengan lampiran surat yang disampaikan Bupati. Dimana Ketua Tim Anggaran menyampaikan Bupati menolak menyetujui sejumlah rekomendasi dewan, sementara dalam surat yang masuk ke DPRD Bupati melampirkan seluruh resume sikap Banggar tanpa catatan sedikitpun. Artinya dalam surat yang masuk Bupati menyetujui semua rekomendasi DPRD Jember.

Sementara Kabag Hukum Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sembodo menjelaskan, surat tersebut dikirimkan sesuai dengan format draft yang tercantum dalam Permendagri. Dalam Permendagri tersebut, menurutnya tidak ada ruang untuk tidak menyepakati. Sehingga surat yang dikirim ke dewan juga berupa surat kesepakatan yang harusnya ditandatangani oleh bupati dan empat pimpinan DPRD

Pernyataan Ratno tersebut mendapat respon keras dari sejumlah anggota Badan Anggaran. Seperti Siswono dari Fraksi Gerindra, Anang Murwanto dari Partai Demokrat, dan Bukri dari Fraksi PDI-Perjuangan. Mereka menilai, jika dalam Permendagri tersebut tidak ada ruang untuk berbeda pendapat, maka tidak ada gunanya Badan Anggaran dan Tim Anggaran melakukan pembahasan KUA PPAS.

Perbedaan pandangan antara DPRD dan Eksekutif ini tidak akan menemukan titik temunya, jika tidak dikonsultasikan dengan pemerintah propinsi atau dengan kementerian dalam negeri.(riq/sal)

Check Also

Polije Tingkatkan Potensi Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah As-Shofa Melalui Aplikasi Duolingo

Jember – Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE) Vigo Dewangga, Michael Joko Wibowo, dan Nila Susanti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *