Home / PENDIDIKAN / Atasi Limbah Kulit Edamame sebagai Pakan Ternak, Polije beri Bantuan Alat Pengepres Hybrid

Atasi Limbah Kulit Edamame sebagai Pakan Ternak, Polije beri Bantuan Alat Pengepres Hybrid

Jember- Berawal dari adanya keluhan peternak sapi potong yang memanfaatkan limbah kulit edamame PT Mitra Tani sebagai bahan makanan ternaknya, maka tim pengabdian Polije dari Jurusan Peternakan yang diketuai oleh Dr. Ir. Suci Wulandari, M.Si dengan anggota Dr. Ir. Dadik Pantaya, M.Si dan Dyah Laksito, S.Pt.,M.Si. turun langsung melakukan pengabdian pada masyarakat untuk mengatasi masalah yang ada di peternak tersebut.

Suci menjelaskan, permasalahan yang ada yakni masalah kulit edamame basah yang mudah busuk, sehingga tidak bisa disimpan. Pengolahan langsung kulit edamame basah, seperti silase, akan dihasilkan kualitas silase yang kurang bagus dan Adanya efek samping pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari bau tidak sedap.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan di rumah ketua kelompok Bago Mulyo di Desa Bago Mulyo, Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember tersebut meliputi penyuluhan, pelatihan dan pemberian bantuan alat pendukung.

Dalam materi penyuluhannya, Suci Wulandari menyebutkan bahwa keunggulan dari alat ‘Pengepres Hybrid’ adalah dirancang khusus untuk mengurangi kadar kulit edamame dengan memadukan dua tenaga penggerak (hybrid) yaitu tenaga ulir dan tenaga hidrolik.

“Pada awal pengepresan dilakukan dengan memutar ulir, kemudian agar air dapat keluar maksimal sesuai dengan yang diinginkan maka dilanjutkan dengan tenaga hidrolik,” ujar Suci.

Hal ini menyebabkan pengepresan kulit edamame dapat benar benar kuat, namun terasa ringan walaupun dikerjakan secara manual, sehingga pekerjaan pengepresan dapat berlansung lebih cepat, ringan dan kuat.

Dijelaskan pula oleh Dadik Pantaya, bahwa agar kulit edamame dapat dibuat silase dengan kualitas yang baik, kadar air kulit edamame yang terlalu basah harus dikurangi sampai pada kondisi yang mamel jika dipegang, atau kandungan air sekitar 30-40 persen. Hal ini dimaksudkan agar tidak banyak nutrisi yang terbuang melalui cairan air silase yang dihasilkan. Silase kualitas baik, akan disukai oleh ternak.

Anggota tim pengabdian Dyah Laksito menerangkan, bahwa kulit edamame terlalu basah akan memudahkan perkembangan bakteri pembusuk, yang menyebabkan penurunan kualitas kulit edamame dan pencemaran lingkungan.

“Dalam kegiatan pelatihan ini, Polije juga memberikan bantuan berupa alat pengepres air hybrid yang diberikan secara simbolis oleh kepala Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Polije yang diwakilkan oleh tim pengabdian kepada ketua kelompok ternak Bago Mulyo Heri Fredianto,” terang Dyah.

Pemberian bantuan alat ini dimaksudkan untuk menstlimulir para anggota mitra untuk mengembangkan usaha peternakannya yang selama ini mengalami permasalahan mengenai pembusukan kulit edamame segar, dan berakibat pada kerugian peternak.

Model alat ini didesain agar mudah dalam pengaplikasian, dan dapat digunakan sebagai percontohan bagi peternak lain pengguna kulit edamame untuk diperbanyak.

Bagikan Ke:

Check Also

Teknologi Pengembangan Usaha Tempe Produk Lokal Karang Taruna ‘KOPDAR’ Desa Kemuning Lor Arjasa Jember

Jember- Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) yang diketuai Ratih Ayuninghemi, S.ST, M.Kom dengan anggota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *