Home / BERITA UTAMA / BPBD Jember Kirim Relawan ke Posko Pengungsi Gunung Agung

BPBD Jember Kirim Relawan ke Posko Pengungsi Gunung Agung

Jember- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mengirimkan tim relawan kloter pertama ke Posko pengungsian Gunung Agung, Provinsi Bali. Nantinya tim relawan tersebut akan bergabung dengan tim relawan lain dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Jember Heru Widagdo kepada sejumlah wartawan, usai melakukan pelepasan tim relawan di Markas komando (Mako) BPBD Kabupaten Jember, Sabtu malam (30/9).

“Sesuai dengan surat perintah yang kami terima tadi sore (Sabtu kemarin, red). Tim relawan ini akan ditempatkan di posko utama di Karangasem,” ujar Heru.

Ia menjelaskan, tim relawan yang dikirim ke Bali tersebut, merupakan Anggota dari TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Jember yang mendapat mandat untuk membantu para pengungsi.

“Tim ini adalah kloter pertama yang kami kirimkan, dan mereka akan bertugas selama lima hari ke depan. Setelah itu, akan digantikan dengan tim kloter berikutnya,” jelasnya.

Proses tersebut memang sudah sesuai dengan standar operasional, lanjutnya, dimana para tim relawan tidak dikirimkan sekaligus.

“Sebab kita masih mengantisipasi terjadinya bencana yang lebih besar, apabila Gunung Agung jadi meletus. Sehingga kita tidak kirimkan semua tim, yang dilakukan adalah rolling bergantian. Sebab dari catatan yang kami terima ada seratus lebih penduduk yang berada di pengungsian dan butuh untuk dibantu dan diperhatikan,” terang Heru Widagdo.

“Jika kami kirimkan semua, khawatir capek atau mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena statusnya masih belum meletus. Sifatnya sekarang masih antisipasi, dan meminimalisir jatuhnya korban,” ujarnya menambahkan.

Lebih jauh Heru menjelaskan, nantinya tim relawan dari BPBD Jember kloter pertama ini akan bergabung dengan relawan dari BPBD di seluruh Jawa Timur.

 “Belum lagi ada tim dari BPBD Provinsi Jatim yang sudah berada di lokasi posko kejadian, cukup banyak (jumlah)nya di sana,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian sosial RI, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke tiga titik pengungsian untuk mengecek secara langsung ketersediaan logistik untuk para pengungsi. Menurutnya, masalah utama yang harus terselesaikan dalam bencana adalah ketersediaan logistik yang cukup.

Sesuai data Kementerian Sosial, sedikitnya dibutuhkan 30 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung. Namun demikian, lanjut Khofifah angka tersebut dipastikan bertambah mengingat gelombang pengungsi terus bertambah. Hal tersebut tidak bisa dibendung karena berkaitan dengan psikologis warga.

“Intinya jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan logistiknya,” pungkasnya. (ta/sal)

Check Also

Universitas Jember dan PWI Gagas Beasiswa S2 dan S3 untuk Wartawan

Jember-Universitas Jember bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember, Jumat (25/10/2019), menggagas kerjasama program beasiswa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *