Home / OPINI / Buntunya KUPA PPAS dan Kengototan Bupati

Buntunya KUPA PPAS dan Kengototan Bupati

Oleh: Salim Umar

Agenda rapat Tim Anggaran Pemkab dan Badan Anggaran DPRD Jember menemui jalan buntu. Badan Anggaran dan Pimpinan DPRD mempertanyakan Nota Kesepakatan yang sudah ditandatangani Bupati dan dikirim justru ketika proses Pembahasan KUA-PPAS PABD 2017 masih berlangsung.

Selain itu, Rekomendasi Badan Anggaran DPRD Jember untuk menghapus sejumlah anggaran yang diajukan Pemkab dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Perubahan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD 2017 tidak disetujui Bupati Faida. Padahal dalam pembahasan yang berlangsung hampir sebulan itu Badan Anggaran menyampaikan beberapa catatan dan rekomendasi bahkan ketidak setujuan terhadap usulan Pemkab Jember.

Bupati Faida tidak setuju soal delapan OPD yang tidak bisa mengubah Perubahan APBD 2017 karena status pimpinannya nya masih Plt. Bupati juga menolak penghapusan anggaran Rp 306 juta untuk tim konsultasi media. Bupati juga tidak sepakat jika anggaran Rp 1,2 miliar untuk pengadaan kendaraan operasional yang direncanakan membeli Alphard itu dihapus.

Bupati ngotot apa yang diusulkan harus disetujui, padahal ketika dibahas beberapa anggaran tak jelas penggunaannya. Contohnya, anggaran konsultasi media, ketika ditanyakan ke Kabag Humas Joko Soponyono, Ia menjawab bahwa seseorang yang menulis berita, harus dicari  yang berkompeten.  Jawaban Joko itu tak nyambung, Ia  merujuk pada tugas wartawan dan bukan Konsultan media.  Juga soal kendaraan operasional milyaran yang ketika dikonfirmasi mobil tersebut untuk kendaraan tamu di Jakarta, dan ini jelas pemborosan.  Anggaran itu harus dirancang dan dibangun berdasarkan skala prioritas.

Akhirnya  rapat menyepakati untuk membawa materi perdebatan ini ke Pemerintah Provinsi untuk dimintakan pendapat.

Kengototan Bupati ini jelas akan membawa dampak keterlambatan pembahasan yang berujung pada lambatnya pembangunan. Seperti proyek fisik yang melalui lelang akan sulit direalisasikan, sebab mempetnya waktu yang tak memungkinkan. Begitu juga kegiatan lainnya yang imbasnya pasti Silpa akan semakin membengkak.

Sejatinya Bupati juga mendengarkan para wakil rakyat, agar bisa seiring seirama membangun kota Jember tercinta. (*)

Check Also

Politik Kotor vs Politik Takwa

Oleh: Sania Nabila Afifah Pesta demokrasi telah berlalu tetapi hiruk pikuk di tengah-tengah umat masih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *