Home / BERITA UTAMA / Dua Bacaleg Partai Golkar Jember Mundur

Dua Bacaleg Partai Golkar Jember Mundur

Jember – Dua bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Golkar resmi mengundurkan diri dari peserta pemilihan legislatif 2019. Mereka adalah Bhisma Perdana dan M. Erfan Agustian yang ditempatkan di daerah pemilihan 6.

Bhisma Perdana bersama dengan pengurus DPD Golkar Jember Ria Sukariadi dan Sutrisno mendatangi langsung kantor KPU Jember, sore tadi (19/7). Mereka menyerahkan langsung surat pengunduran diri bacaleg kepada KPU Jember yang diterima oleh Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi.

Pengunduran Bacaleg potensi peraup suara besar ini tentu kehilangan besar Partai Golkar. 

“Kedatangan kami ke KPU untuk mencabut berkas pencalegan saya,” tegas Bhisma kemarin. Dengan aksi ini, pihaknya secara resmi mengundurkan diri dalam kontestasi Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Namun, pria yang juga Ketua  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jember ini tetap menjadi bagian keluarga besar Golkar.

Dia menjelaskan alasan utama pengunduran diri karena ditempatkan di daerah pemilihan yang jauh dari domisilinya. Seperti Bhisma, dirinya baru mendapatkan informasi terkait dengan pencalegan Golkar ini. Dimana dalam pileg 2019 mendatang ini, dirinya malah ditempatkan di daerah pemilihan 6 dengan nomer urut 2.

“Padahal niat kami untuk maju dalam pemilu legislatif ini untuk membawa aspirasi warga Sukorambi dan sekitarnya melalui Partai Golkar,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Jubung selama dua periode ini. Sedangkan dalam daerah pemilihan, Sukorambi ini masuk dalam Dapil 1.

Karena itulah, niat awal untuk membawa aspirasi masyarakat Sukorambi tentu tidak akan sejalan jika dirinya ditempatkan di dapil 6.

“Ini kan berarti tidak sesuai dengan domisili kami. Padahal kami membawa mandat dari masyarakat di sekitar domisili saya,” jelas Bhisma kemarin. Oleh karena itu, sejumlah masyarakat di sekitarnya pun meminta dirinya untuk mundur dan berkonsentrasi menjadi Kepala Desa Jubung.

Terkait jabatannya sebagai kepala desa, diakuinya bukan masalah besar karena dirinya bisa saja mengundurkan diri saja. Karena proses itu bisa dilakukan dengan berjalannya waktu untuk perbaikan berkas.

“Jika memang ditempatkan di dapil 1, maka bisa saja kami mengurus proses itu (pengunduran diri menjadi kades),” ucap Bhisma.

Sementara itu, Ria Sukariyadi yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jember kemarin membawa mandat pengunduran diri M. Erfan Agustian. Erfan sendiri adalah Pengurus Kecamatan Golkar Balung yang ditempatkan di dapil 6 nomer urut 7.

“Jadi bukan hanya mundur dari pencalegan, namun juga dari keanggotaan Partai Golkar,” tegas Ria.

Dirinya mengatakan dengan pengunduruan dua bacaleg ini diakuinya tidak akan jadi masalah. “Karena DPD menyiapkan 62 bacaleg yang akan maju jika ada kader yang berhalangan. Jadi tidak ada masalah,” jelasnya.

Bukan hanya pengunduran diri bacaleg saja, kekisruhan di internal Partai Golkar juga merambat ke organisasi sayapnya. Dalam waktu hampir bersamaan, Sutrisno, Sekretaris MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) Jember juga mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saya mengundurkan diri, karena pengusulan daftar caleg agar disesuaikan dengan domisili tidak digubris. Karena memiliki tabungan sosial dan lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Sutrisno.

Kekecewaan pihaknya memuncak, karena banyak bacaleg yang ditempatkan malah bukan pengurus atau anggota hastakarya sayap partai golkar.

Malah yang ditempatkan kader baru dan belum jelas kontribusinya untuk Partai Golkar,” pungkasnya. (Ra/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Ciptakan Rekor Baru dari Leprid

Jember- Penyelenggaraan Penandatangan MoU Serentak dengan 32 IDUKA. Politeknik Negeri Jember (Polije) Jum’at (6/11) pagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *