Home / BERITA UTAMA / Elpiji 3 kg Langka di Jember, Warga Bingung

Elpiji 3 kg Langka di Jember, Warga Bingung

Jember- Masyarakat di beberapa Kecamatan di Jember mengalami kesulitan gas elpiji 3 kilogram. Pasalnya, di pangkalan atau pedagang pengecer  kondisinya masih kosong.

Seperti yang terjadi di salah satu pangkalan di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas. Banyak pengecer tidak mendapatkan tabung gas Elpiji, sehingga dengan terpaksa harus pulang dengan tangan hampa.

“Banyak sekali yang kembali, dan itu sering. Bahkan kalau kita tolak, itu mungkin sampai 50 orang ada,” kata pemilik pangkalan Elpiji, Atmari saat ditemui sejumlah wartawan.

Ia mengaku, pasokan gas elpiji di pangkalan miliknya sekarang tidak normal. Biasanya kalau normal, truk pemasok Elpiji berdatangan. Sedangkan untuk sekarang ini, dia tidak memiliki stok barang.

Mungkin kesulitan ini karena adanya sistem yang berlaku dari tahun 2017. Sehingga sampai sekarang, kondisi gas elpiji masih sulit. Sistem yang dimaksud ialah, para pangkalan harus bayar terlebih dahulu ke pihak bank atau istilahnya membuat saldo dulu, baru pengiriman bisa tersalurkan oleh agen.

“Kita kirim ke bank atau menyaldo dulu. Nanti kiriman pesanan ke agen masuk, dan kita tinggal ambil. Jadi minimal pemesanan satu hari,” ungkapnya.

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pangkalan miliknya sudah terjadi sejak sebelum hari raya. Mungkin karena pemakai kebutuhan banyak, atau karena sistem penarikan 20 persen.

“Memang dari bulan November 2017 mau ditarik 20 persen, dari pertamina sendiri. Sekarang mungkin dirasakan masyarakat ini dampaknya itu. Untuk harganya normal, cuma seperti sekarang, tidak normal sudah, stoknya kosong,” papar Atmari.

Menurutnya, untuk sekarang ini para pengecer sudah banyak yang tidak berjualan. Bahkan meskipun punya, terkadang mereka konsumsi sendiri, apalagi hanya sedikit.

“Untuk harga Rp.17.500 dan saya menyatakan termasuk normal untuk sekarang ini. Cuma gasnya yang langka, tapi kalau orang luar itu beli 20 tabung lebih, itu truk kan tidak tahu. Kalau kita jual berapa. Mungkin toko, hanya kepingin untung meskipun tidak ngerti,” ujarnya.

Dirinya berharap, agar pasokan gas elpiji kembali normal seperti dulu lagi. Agar masyarakat dan perekonomian tetap berjalan lancar.

Pantauan media ini, wilayah Sumbersari dan Bintoro Patrang juga mengalami hal serupa, yakni terjadi kekosongan elpiji di beberapa pengecer dan pangkalan. Harga di beberapa pengecer Sumbersari sudah mencapai Rp. 19.000.

“Karena sulit cari elpiji, bapak saya di rembangan malah pake kayu bakar pak,” kata Yati, warga Bintoro Patrang. (sg/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Tidak Becus Kerja, Faida Dapat Sanksi dari Gubernur Khofifah

Jember – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menjatuhkan sanksi kepada Bupati Jember Faida. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *