Home / BERITA UTAMA / Gelar ISEF 2017, BI Sosialisasi Ekonomi Syariah

Gelar ISEF 2017, BI Sosialisasi Ekonomi Syariah

Jember- Dalam rangka mempercepat proses perkembangan ekonomi syariah di Jawa Timur, Bank Indonesia (BI) Jember, Selasa Siang (3/10), menggelar sosialisasi ekonomi syariah dan sistem pembayaran non tunai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Kecamatan Jenggawah. Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh ratusan santri yang duduk di kelas X dan XI.

Kepala Unit Sistem Pembayaran Bank Indonesia Jember Chaidir, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, progam sosialisasi ke sejumlah pesantren yang rencananya dilaksanakan hingga 7 hari kedepan ini, merupakan rangkaian kegiatan ‘Road to Indonesia Sariah Economic Festival (ISEF) 2017.

“Bank Indonesia menyampaikan tentang sistem pembayaran tunai dan non tunai. Kegiatan ini sebagai edukasi yang kami sampaikan, khususnya adik-adik di Ponpes Al Islah Kecamatan Jenggawah ini,” ujar Chaidir usai memberikan materi pada kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut sengaja dilakukan di pondok-pondok pesantren, setidaknya para santri bisa memberikan informasi kepada keluarga terdekatnya tentang ekonomi syariah dan sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai.

Namun khusus untuk sistem pembayaran non tunai, lanjutnya, saat ini sedang digencar-gencarkan oleh pemerintah untuk lebih disosialisasikan.

“Untuk hal itu, kita mengundang narasumber dari beberapa perguruan tinggi. Salah satunya dari Unej (Universitas Jember), yang kita kemas dalam sistem pembayaran itu sendiri. Terkait pembayaran non tunai ini sangat perlu. Sebab nantinya informasi ini bisa disebarluaskan kepada orang terdekat, baik orang tua, kakaknya, atau mungkin saudara-saudara yang lain,” jelasnya.

Dengan pemahaman yang disampaikan tersebut, kata Chaidir, masyarakat bisa lebih paham tentang penggunaan secara baik, benar, dan aman. “Dengan harapan bisa meminimalisir tindakan-tindakan negatif yang bisa muncul dari penggunaan sistem pembayaran,” katanya.

Untuk materi yang disampaikan, tidak hanya berupa materi umum saja, namun juga dengan dibarengi dengan praktek tentang cara memperlakukan secara benar penggunaan sistem pembayaran dengan non tunai. “Seperti misalnya guna dari kartu ATM itu seperti apa? kalau berhadapan dengan masalah ATM tertelan itu bagaimana? Bahkan juga jika menghadapi uang palsu apa yang kita lakukan? Itu bisa diminimalisir persoalan dan cara-cara menyikapinya,” tuturnya.

Chaidir menjelaskan, dalam kegiatan ISEF ke-4 tahun ini, ada sejumlah kegiatan mulai dari Forum Group Discussion (FGD), seminar nasional, lomba dai cilik, lomba kaligrafi, hingga pemilihan duta syariah di seluruh wilayah Bank Indonesia. Dimana kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 6 hingga 28 Oktober mendatang.

“Dimana kegiatan tersebut akan kita lakukan baik di Pondok-pondok pesantren, maupun juga di madrasah-madrasah di Kabupaten Jember,” tuturnya.

Sementara itu, Siti Aisyah salah satu peserta dari kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan, pihaknya merasa takjub dengan manfaat dan kegunaan dari sistem pembayaran non tunai yang saat ini sudah banyak digunakan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya baru tahu dengan manfaat yang diperoleh dari kegunaan ATM tersebut, bahkan juga bagaimana mengantisipasi bagaimana menyikapi persoalan jika ATM kita tertelan, ataupun juga ada penipuan-penipuan dengan menggunakan ATM itu,” ujar siswi aliyah kelas X itu. (ta/sal)

 

Check Also

Polije Kembangkan Industri Kecil Roti

Jember- Usaha roti mempunyai prospek yang cerah di Indonesia, khususnya di kota Jember karena roti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *