Home / BERITA UTAMA / Hamid Abidin Ajak Lulusan Universitas Jember Menjadi Profesional Plus

Hamid Abidin Ajak Lulusan Universitas Jember Menjadi Profesional Plus

Jember- Executive Director of PFI (Perhimpunan Filantropi Indonesia) Hamid Abidin, S.S, M.Si mengajak para wisudawan untuk menjadi profesional plus. Hal ini disampaikan oleh alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tahun 1996 ini, saat memberikan orasi ilmiah pada upacara wisuda Universitas Jember periode II tahun akademik 2017/2018 di Gedung Soetardjo, (16/9). Proesional plus yang dimaksud Hamid adalah mereka yang tidak hanya berkarir namun juga turut peduli pada persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Menurut Hamid, saat terjun dalam dunia masyarakat para wisudawan akan dihadapkan dengan dengan dua model masyarakat.

“Yang pertama adalah orang yang hanya sibuk mengejar karir pribadi mereka bekerja dengan keras untuk meraih restasi namun acuh terhada permasalahan sekitar. Model yang ke dua adalah mereka yang tidak hanya sibuk berkarier namun disela-sela kesibukan kerja mereka masih menyempatkan diri memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dengan tindakan-tindakan yang nyata” ujar pria pendiri PT Kreatif Solusi Berdaya.

Hamid mengatakan, orang yang hanya mementingkan karier pribadi cenderung hanya bergantung pada kerja keras pribadi. Namun menurutnya berbeda dengan orang yang memiliki kepedulian yang kuat pada masyarakat.

“Biasanya yanga hanya fokus pada karier nasibnya bergantun pada dirinya sendiri. Sukur jika dia dapat pimpinan yang baik dia akan mendapatkan posisi yang bagus. Jika pimpinannya tidak baik maka harus siap digantikan dengan yang lain. Namun berbeda dengan para profesional plus mereka cenderung memiliki jaringan yang kuat dan pribadi yang menyenangkan sehingga dimanapun mereka bekerja akan selalu memiliki tempat yang baik” imbuh Hamid.

Lebih jauh Hamid menjelaskan, selain memiliki jaringan yang kuat para profesional plus memiliki kekuatan spiritual yang datang dari masyarakat dhuafa.

“Doa dari para dhuafa menjadi bagian penting dalam kesuksesan karier seorang profesional plus. Karena masyarakat dhuafa yang telah dibantu oleh para profesional plus diminta ataupun tidak diminta akan berdoa untuk kesuksesan mereka yang telah membantu,” jelas Hamid.

Senada dengan Hamid, Moh. Hasan Rektor Universitas Jember berpesan kepada para wisudawan agar dimanapun bekerja bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarkan bagi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Hoirunnas A’nfauhum Linnas karena sebaik-baiknya manusia adalah dia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Untuk meraih kesuksesan dunia akherat tidak cukup hanya baik hubungannya dengan Allah atau Hablumminallah namun hubungan dengan sesama manusia Hablum minannas juga harus sejalan,” tutur rektor dalam sambutannya.

Rektor juga berepsan kepada para wisudawan agar terus membangun jaringan dengan jalan silaturahmi. Menurutnya, dengan semakin majunya jaman saat ini untuk menyambung silaturahmi tidak selalu harus bertatap muka secara langsung.

“Bisa jadi hanya dengan bercakap—cakao melalui media sosial atau melalui HP, yang penting teta menjaga silaturahmi atau dalam bahasa kerennya dikenal dengan istilah network atau jaringan,” imbuh rektor.

Rektor yakin dengan jumlah lulusan Universitas Jember yang mencapai 91761 orang adalah modal yang kuat untuk dimanfaatkan sebagai jaringan yang bisa menjadi jalan kesuksesan dibidang masing-masing. Namun Hasan berpesan agar selepas wisuda para wisudawan terus bekerja keras dan senantiasa berdoa agar apa yang dicitakan tercapai.

“Bekerja keras itu adalah bagian dari upaya kalian semua dalam meraih kesuksesan. Namun jangan lupa dalam setiap usaha yang dilakukan selalu mengikutsertakan Allah agar bisa diberikan kemudahan dalam meraih apa yang dicitakan dan mendapat keberkahan dalam hidup,” imbuh rektor.

Rektor percaya para wisudawan telah memilki bekal yang cukup untuk bersaing dalam bidang yang mereka tekuni. Hal ini dibuktikan dari 800 wisudawan 62 persennya adalah lulus tepat waktu dan 26 persennya menyandang predikat cumlaude.

“Bahkan mahasiswa kami yang meraih beasiswa STAR atas namaAan Kurniyanta mahasiswa asal Klaten dari program magister manajemen berhasil meraih IPK tertinggi. Selain itu saya juga merasa bangga karena anak kami dari Fakultas Pertanian yang merupakan penerima Bidikmisi atas namaRizky Yanuarti juga meraih IPK tertinggi dalam program sarjana yaitu 3.92. jika benar-benar berjuang dengan sungguh-sungguh miskin bukan berarti penghalang untuk berprestasi,” pungkas rektor yang disambut tepuk tangan meriah para wisudawan.

Check Also

Polije Kembangkan Industri Kecil Roti

Jember- Usaha roti mempunyai prospek yang cerah di Indonesia, khususnya di kota Jember karena roti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *