Home / BERITA UTAMA / HIPMI: Pertumbuhan Ekonomi Jember Lambat

HIPMI: Pertumbuhan Ekonomi Jember Lambat

Jember- Pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Jember dinilai lambat oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember. Fenomena akan lambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut juga berdasarkan skala nasional. Penyebabnya adalah dari lemahnya daya beli masyarakat dan kecendrungan masyarakat yang enggan untuk berbelanja di mall atau pasar-pasar konvensional. Masyarakat saat ini cenderung lebih senang untuk berbelanja secara online.

Disela kegiatan Ekspos Data Hari Statistik Nasional (HSN) 2017 di Aula Cempaka Hotel, Selasa siang (10/10), Ketua HIPMI Jember Agusta Jaka Purwana kepada sejumlah wartawan menyampaikan, dari segi pertumbuhan ekonomi level menengah, Kabupaten Jember cenderung stagnan bahkan melambat. Namun dari segi pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh pengusaha muda cenderung meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi yang melambat ini, Contohnya mudah kita lihat, saat kita ke Mall Lippo Jember, atau pasar umum lainnya, bisa kita lihat berapa orang yang masuk ke toko? dan berapa orang yang membeli sesuatu dari toko tersebut? Lebih banyak orang itu hanya jalan-jalan tanpa membeli sesuatu,” ujar Agusta.

Menurutnya, pengaruh rendahnya daya beli masyarakat itu, sepengetahuannya juga diakibatkan oleh bergesernya cara berbelanja yang dilakukan oleh masyarakat saat ini.

“Masyarakat saat ini lebih nyaman untuk berbelanja secara online. Tetapi berapa persen sih yang berbelanja online? Itu mungkin bisa dikumpulkan datanya oleh BPS. Tentang berapa jumlah masyarakat yang berbelanja secara online? Kemudian bisa dipotret masyarakat Jember berapa yang berbelanja secara konvensional,” ujarnya.

Sehingga nantinya, kata Agusta, bisa diambil data dan dibandingkan, sebagai pertimbangan untuk memotret pertumbuhan ekonomi yang riil terjadi di Kabupaten Jember.

“Namun saya pribadi merasakan memang, pertumbuhan ekonomi di Jember stagnan ke arah melambat. Namun hal itu tidak berlaku bagi bisnis yang bergulat dibidang kuliner,” ucapnya.

Menurutnya, daya beli masyarakat Jember yang cenderung menurun ini, dikarenakan oleh pendapatan dari masyarakat sendiri yang saat ini tidak menentu.

Pihaknya pun juga menyayangkan dengan kebijakan dari pemerintah yang kurang membantu penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember.

“Kita melihat di Jember sekarang. Apa sih perkembangan (ekonomi,red) di Jember yang terjadi? Masyarakat bisa berbuat apa berada di Jember ini? perkembangan apa yang ditemui di jalan sehingga masyarakat bisa terlibat? Buktinya tidak ada sama sekali kan,” tegasnya.

Sehingga untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut lelaki yang memiliki usaha ini, masyarakat tidak bisa menggantungkan diri kepada pemerintah. “Bahkan juga tidak bisa mengandalkan hanya dengan menjadi pegawai. Tetapi yang bisa dilakukan adalah, kita menjadi entrepreneur. Jual sesuatu namun dengan cara kreatif dan tidak bisa dengan cara-cara konvensional,” ungkapnya. (ta/sal)

 

Check Also

Polije Kembangkan Teknologi Kompos Limbah Ternak di Jember

Jember-Permasalahan yang dialami oleh kelompok ternak UD Gumukmas Multifarm Jember adalah banyaknya limbah kotoran domba …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *