Home / BERITA UTAMA / Integrasikan Sistem Pendidikan, SMA di Jember Sabet Platinum Award

Integrasikan Sistem Pendidikan, SMA di Jember Sabet Platinum Award

Jember- Mengintegrasikan beberapa model pendidikan kepada siswa-siswinya, dua SMA di Kabupaten Jember menyabet Platinum Indonesia Award tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan.

“Penerima Platinum Award ini secara nasional. Penerimanya dari tingkat SD hingga tingkat SMA/SMK. Untuk di kabupaten Jember hanya dua sekolah, yakni SMAN 1 Kencong dan SMAN 3 Jember,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kencong Aunur Rofiq kepada wartawan.

Dirinya mengaku, mendapat email dari lembaga di kementerian pendidikan untuk mengirim beberapa unggulan dari sekolah. Pihaknya mengirimkan empat model sistem pendidikan yang dilakukan pada lembaganya.

“Kami membuat semacam proposal ke pusat, dan kami mengintregasikan empat model sistem pendidikan yang dilakukan. Jadi ada Adiwiyata Nasional, sekolah berbasis kewirausahaan, mewujudkan literasi dan pelaksana pendidikan karakter. Dari keempat ini kita grafikkan ke kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam proses pembelajaran, bapak dan ibu guru tidak lepas dari empat sistem pendidikan yang kita lakukan disini,” tuturnya.

Setelah dilakukan pertimbangan, seminggu kemudian pihaknya mendapat kabar. Jika dua sekolah di jember mendapat platinum award dengan kategori Excellence education dan educator.

“Begitu kami menyampaikan proposal itu, selepas itu kami di hubungi dan memberikan kabar. Tinggal pilih, mau diserahkan di jakarta atau di surabaya,” terang Aunur Rofiq.

Kedepan, pihaknya akan merapatkan lagi dengan teman-teman di ajaran baru, akan menambah satu program lagi. Program ini sebagai pilot projectnya wilayah kabupaten Jember.

“Yaitu sekolah ramah anak, di jawa timur baru ada 38 sesuai kabupaten kota. Ini tambah satu lagi, sebagai ciri khas kami dan kita ingretasikan. Kita berharap adanya satu inovasi lagi, yaitu sekolah ramah anak dan berharap mendapat platinum lagi,” ungkapnya.

Penghargaan Platinum Award ini disambut oleh siswa-siswinya. Menurut salah satu siswi Revi Lelita Febriani menyampaikan, keempat kategori ini banyak manfaat sekali ke anak-anak. Misal, 15 menit literasi pada jam pertama menumbuhkan motivasi belajar.

“Usai kegiatan literasi di sekolah, siswa-siswi menyalurkannya lewat resume, yang kemudian dibuat menjadi puisi. Jadi bakat dari itu, tidak di sia-siakan oleh para siswa-siswi. Sedang yang dibaca ada novel, buku motivasi, tentang agama dan sebagainya,” pungkasnya. (sg)

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Tingkatkan Kompetensi Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita Pada Masa Pandemik Covid-19 melalui Implementasi E-Posyandu

Jember- Politeknik Negeri Jember (Polije) meningkatkan Kompetensi Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita Pada Masa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *