Home / BERITA UTAMA / Kemenristek Bareng Polije Gelar Pelatihan Biogas dan Pompa Hidram

Kemenristek Bareng Polije Gelar Pelatihan Biogas dan Pompa Hidram

Jember- Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Jember (Polije), Rabu (11-12/10/17), menyelenggarakan Pelatihan dan Diseminasi Teknologi Biogas dan Pompa Hidram dengan tema Penguatan Kelembagaan Iptek dan Dikti dalam kegiatan pusat unggulan inovasi daerah.

Pelatihan untuk para kelompok tani dan pokmas di kantor Kecamatan Sumberjambe Jember ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatih mereka dalam teknologi biogas dengan memanfaatkan limbah ternak petani dan pembuatan teknologi pompa hidram. Pompa hidram itu bermanfaat untuk menaikkan air tanpa listrik.

Kepala Subdit Lemlitbang Daerah Dirjen kelembagaan Iptek Dikti Kementerian Ristek Dikti, Rosmaniar Dini menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk lebih mengimplementasikan teknologi biogas dan pompa hidram di masyarakat.

“Ini adalah teknologi yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi Politeknik Negeri Jember yang terus turun mengenalkan Iptek pada masyarakat.

Camat Sumberjambe Hery Setiawan yang membuka acara menyambut baik kegiatan tersebut, Ia berharap pemberian pelatihan dan informasi teknologi ini bisa berkelanjutan.

Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni dalam sambutannya mengatakan, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat buat masyarakat. Thoif meminta kegiatan ini juga bisa menyeluruh dilaksanakan di kecamatan lain di Kabupaten Jember. Thoif secara khusus menyampaikan terima kasih pada anggota DPRRI Bambang Hariyadi yang terus membawa program pusat ke daerah.

Anggota Komisi VII DPRRI Bambang Haryadi mengapresiasi kegiatan tersebut, Bambang menerangkan, wilayah pedesaan mempunyai banyak sekali potensi energi yang dapat dikembangkan dari limbah pertanian yang dihasilkan, salah satunya adalah pemanfaatan limbah kotoran ternak maupun sampah organik untuk diolah menjadi biogas, sebagai sumber energi lain diluar kayu bakar dan minyak tanah.

“Pengembangan Biogas merupakan salah satu alternatif dalam rangka mencari sumber energi alternatif sekaligus upaya konservasi,” ujarnya.

Bambang Hariyadi berharap teknologi ini bisa membantu masyarakat ditengah terhimpitnya ekonomi setelah dicabutnya subsidi listrik.

Pelatihan hari pertama diisi materi Teknologi Informasi untuk wilayah Pedesaan oleh Didit R Hartadi S.Kom,MT kemudian dilanjutkan materi Pengenalan dan Aplikasi Teknologi Instalasi Biogas Skala Rumah Tangga oleh Dr. Bayu Rudiyanto, ST, M.Si dan diakhiri materi Pengenalan dan Aplikasi Teknologi Instalasi Pompa Hidram untuk wilayah Pedesaan oleh Mochammad Nuruddin, ST, M.Si.

Antusias petani dan pokmas juga terlihat di sesi tanya jawab dalam diskusi usai materi. Bayu Rudianto mempersilahkan petani untuk diskusi dan berkonsultasi ke Polije.

Pada hari kedua Kamis (12/10/17), materi pelatihan adalah Pengoperasian Instalasi Biogas Skala Rumah Tangga, Pemeliharaan Instalasi Biogas Skala Rumah Tangga, Pelatihan Pengoperasian Instalasi Biogas Skala Rumah Tangga dan Pemeliharaan Instalasi Biogas Skala Rumah Tangga. (Sal)

 

Check Also

Polije Kembangkan Teknologi Kompos Limbah Ternak di Jember

Jember-Permasalahan yang dialami oleh kelompok ternak UD Gumukmas Multifarm Jember adalah banyaknya limbah kotoran domba …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *