Home / PENDIDIKAN / Kenalkan MOL Sebagai Upaya Zero Waste bagi Kelompok Wanita Tani Jambu Arum

Kenalkan MOL Sebagai Upaya Zero Waste bagi Kelompok Wanita Tani Jambu Arum

Jember- Mol atau mikroorganisme lokal dapat dihasilkan oleh setiap bahan organik, salah satunya ialah sampah rumah tangga. Sampah organik yang dihasilkan setiap hari dari rumah tangga akan terus berlangsung dan menjadi permasalahan lingkungan jika dibiarkan begitu saja.

Sampah organik rumah tangga dapat diolah lebih lanjut menjadi Mol yang dapat memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman tetapi juga kebersihan lingkungan.

Pelatihan pembuatan Mol tersebut disampaikan oleh tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) yang terdiri atas Vega Kartika Sari, SP, MSc, Sekar Utami Putri, SP MSc dan Eliyatiningsih, SP, MSc beserta beberapa mahasiswa Jurusan Pertanian Polije yang ikut berpartisipasi.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani Jambu Arum tidak bergantung kepada pupuk kimiawi, tetapi mampu mengolah limbah disekitar yaitu sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik, salah satu jenisnya ialah Mol, “ ujar Vega Kartika.

Menurutnya, Mol dapat menjadi salah satu alternatif dari hasil pengolahan sampah organik, yang pembuatannya sangat mudah dan juga mudah diperbanyak. Mol berperan mempercepat proses pengomposan, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, sehingga unsur hara dalam tanah menjadi tersedia dan dapat diserap oleh tanaman.

Sementara itu, Sekar Utami menuturkan, praktek pembuatan Mol kali ini ialah pembuatan mol kulit buah dan nasi basi. “Kami juga mengenalkan tentang jenis mol lainnya seperti mol rumen sapi. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan yang diawali dengan kegiatan pemaparan, praktek, dan evaluasi,” ungkap Sekar Utami.

Eliyatiningsih menambahkan, Hasil rekapan kuisioner yang dilakukan menunjukkan bahwa ada tambahan pengetahuan peserta dari hasil pelatihan pembuatan Mol ini yaitu sebesar 45%.

“Hal tersebut menunjukkan pelatihan ini bisa dipahami oleh peserta dengan sangat baik,” pungkas Eliyatiningsih.

Ketua KWT Jambu Arum, Sri Sunarsih mengungkapkan apresiasinya pada tim Polije.  “Kami sangat senang dan merasa beruntung bisa menjadi mitra yang dibina oleh Tim Polije dalam pembuatan Mol ini, karena kami sebelumnya belum mengetahui apa itu mol dan kegunaannya,” kata Sri Sunarsih. (red)

 

Check Also

Roadshow Honda DBL 2019, MPM Sosialisasi Kampanye Keselamatan Berkendara

Surabaya- Dalam rangka terus menguatkan aspek-aspek positif pada generasi muda sehingga menjadi generasi yang berkarakter, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *