Home / OPINI / Miris.. Penderita HIV AIDS Semakin Meningkat

Miris.. Penderita HIV AIDS Semakin Meningkat

Oleh: Sania Nabila Afifah

Komunitas Muslimah Rindu Jannah.

Kasihan, masih kecil udah harus menelan rasa pahit akibat dosa sang orang tua. Miris…semakin banyak penderita HIV AIDS data jumlah ODHA di Asia dan Asia pasifik mencapai 5,1 juta orang. Sedangkan pemerintah hanya bisa memberikan obat pencegahan saja. Tanpa ada tindakan yang nyata untuk membasmi mulai dari akar masalahnya.

Dilansir dari Antara News Jatim- Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat jumlah penderita HIV (Human Immunodeficiency virus) dan AIDS (acquired immunoDeficiency syndrome)

Dinas kesehatan kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi ia menyebutkan, jumlah penderita HIV AIDS di Situbondo sejak tahun 2010 hingga 2018 sudah tercatat sebanyak 1000 orang dan setiap tahunnya ada sepertiga meninggal dunia.

Oleh karena itu, katanya Dinas Kesehatan saat ini mengambil mendeteksi HIV AIDS dari hulu ke hilir, semua ibu yang sedang hamil sudah dilakukan pemeriksaan HIV AIDS. Abu Bakar mengatakan, pihaknya tidak ingin ada balita yang ada di dalam kandungan ikut tertular HIV AIDS, jadi bayi yang ada di dalam kandungan masih bisa diselamatkan. Asalkan melakukan pengobatan rutin. Karena pada tahun ini ada tenaga kerja wanita atau TKW asal Situbondo  terjangkit HIV AIDS di luar negeri dan saat ini sedang dalam proses deportasi dari Hongkong ke Indonesia.

Dinas Kesehatan Situbondo berupaya memutus mata rantai penularan HIV AIDS gratis dan semakin banyak penderita yang ditemukan memudahkan bagi petugas kesehatan melakukan pencegahan dengan menyiapkan obat ARV serta nutrisi tambahan. Selain itu juga Rumah Sakit Umum Abdoer Rahem Situbondo sudah bisa melayani pengobatan bayi ibu hamil pengidap HIV AIDS.

Berhasilkah sistem sekuler kapitalis mengatasi HIV AIDS? Jika di sekeliling kita masih banyak terjadi kemaksiatan yang menjadi pemicu terjadinya penyakit ini. Korban akan terus berjatuhan apabila pergaulan bebas, LGBT, pelacuran, pornografi dan pornoaksi,  narkoba masih terus bertebaran. Selama liberalisasi masih bercokol di negeri ini maka sulit sekali atau mustahil HIV AIDS hilang dari muka bumi ini.

Tanpa dicegah atau dihentikan.

Islam stop HIV AIDS dengan tuntas

Islam haramkan seks bebas dan penyimpangan seksual.

Apabila membicarakan perkara yang berkaitan dengan penyelewengan seks seperti zina, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(al-isra 32)

Apabila menyentuh persoalan hubungan homoseksual seperti yang di kisahkah melalui kaum Nabi Luth As, Allah SWT mengecam melalui dalil yang berbunyi :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ()

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Islam sangat mementingkan umatnya menjalani kehidupan seksual yang sempurna dan baik selaras dengan tuntunan Allah SWT. Segala perintah dan peraturan agama berkaitan dengan seksual yang ditetapkan oleh Islam adalah kepada kesejahteraan hidup manusia. Bukan sebaliknya membuat dharar bagi manusia yang  lain.

Begitu juga pengguna narkoba suntik atau bukan yang merupakan sumber utama HIV AIDS.

Masyarakat harus dapat mendidik anggotanya menjalani kehidupan seksual yang harmoni akan dapat mewujudkan sebuah kehidupan yang sejahtera. Allah SWT telah menjanjikan bahwa umat yang patuh kepada perintah Allah SWT akan senantiasa dirahmati-Nya. Janji ini dinyatakan firman Allah SWT :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Pembentukan sebuah masyarakat akan menjadi harmonis karena dibentuk oleh sebuah keluarga yang dipenuhi dengan kasih sayang. Allah memerintahkan supaya manusia menjalani suatu pernikahan karena akan membawa kesan penting terhadap kesejahteraan hidup.

Islam meriayah yang tertular bukan karena kemaksiyatan akan diriayah negara.

Sementara Penderita yang terkena HIV AIDS yang melakukan keharaman tadi akan dihukum sesuai dengan aturan Islam. Yaitu hukum cambuk bagi pezina yang masih lajang dan rajam bagi pezina yang sudah pernah menikah. Lalu bagi LGBT adalah dijatuhkan dari tempat yang tinggi lalu dilempari dengan batu hingga meninggal.

Waallhu a’lam bish-showab.

Bagikan Ke:

Check Also

Collaborative Literacy; Penuntasan Buta Huruf Berbasis Kearifan Lokal

Oleh: Hari Setiawan BUTA huruf masih menjadi persoalan tersendiri di Indonesia. Angka buta huruf di Indonesia memang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *