Home / BERITA UTAMA / Oknum Perangkat Desa Darungan Diduga Pungli Isbat Nikah Gratis

Oknum Perangkat Desa Darungan Diduga Pungli Isbat Nikah Gratis

Diantara beberapa pasangan yang mengikuti isbat nikah gratis di Pendopo Kecamatan Tanggul

Jember-Salah satu oknum Pemerintah Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, diduga melakukan pungli kepada sejumlah pasangan Suami-istri yang mengikuti program isbat nikah yang dilaksanakan di pendopo Kecamatan Tanggul.

Program Pemkab Jember yang seharusnya gratis, dimanfaatkan oleh seseorang Kaur Kesra Desa Darungan berinisial (Mh). Dimana pasangan yang dikenakan tarif tersebut, 13 Pasutri dari Dusun Gondang, dengan kisaran Rp.50 ribu hingga Rp.150 ribu.

“Saya bayar Rp.150 ribu ke Pak Modin (seorang yang mengurus kegiatan nikah), katanya buat bayar dan di suruh perangkat desa,” terang salah satu warga Seger (60) saat dikonfirmasi, Senin, (31/12).

Menurut suami dari Suwarni, dirinya tidak mengetahui program dari Pemkab Jember itu gratis, karena baginya dengan adanya program tersebut sudah sangat membantu karena telah puluhan tahun dirinya dan isteri tidak memiliki surat nikah, sejak tahun 1980an.

“Maklum mas, saya hidup di atas gunung kurang informasi. Kalau ternyata gratis, tentu saya kecewa mas karena uang sejumlah itu besar bagi saya. Tapi sekarang sudah ikhlas,” terangnya.

Ditempat terpisah, Pak Modin bernama Halil saat ditemui dirumahnya, membenarkan perihal penarikan uang tersebut kepada calon pasangan yang akan mengikuti sidang isbat.

Menurutnya, di Dusun Gondang terdata ada 13 pasang suami isteri yang akan mengikuti sidang isbat nikah massal, 7 pasang yang membayar pada dirinya, besarannya variatif, ada yang membayar Rp.50 ribu hingga Rp.150 ribu. Sedangkan sisanya enggan membayar, karena mengerti program tersebut adalah gratis.

“Saya cuma disuruh pak Kaur Kesra Bapak Muhid sebesar Rp.150 ribu per pasangan, katanya ada biaya administrasi di KUA,” ungkapnya.

Halil mengaku, uang dari hasil penarikan itu terkumpul sebesar Rp. 750 ribu dan ia setor ke Kaur Kesra Rp.550 ribu saat pelaksanaan sidang isbat di Kantor Kecamatan Tanggul.

“Saya dikasih Rp.200 ribu oleh pak Kaur Kesra, katanya itu ongkos bensin buat saya,” tuturnya. (sg)

Bagikan Ke:

Check Also

Ribuan Mahasiswa Kepung DPRD Jember, Tolak UU Cipta Kerja

Jember – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat menggelar aksi menolak UU Cipta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *