Home / PENDIDIKAN / Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Untuk Tepung di Senduro Lumajang

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Untuk Tepung di Senduro Lumajang

Pisang merupakan komoditas tropis yang sangat berlimpah, khususnya didaerah Lumajang. Akan tetapi, diversifikasi pemanfaatannya selama ini belum banyak dilakukan.

Pemanfaatan buah pisang umumnya terbatas pada daging buahnya saja yaitu untuk kripik dan  sale, sedangkan kulitnya dibuang dan menjadi limbah organik atau dijadikan makanan ternak. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, berupa tepung.

Tepung pisang merupakan suatu prodak awetan dari pisang mentah dan bisa juga dari limbah kulit pisang. Pembuatan aneka produk olahan dari tepung pisang dengan memanfaatkan sumberdaya lokal sangat prospektif dalam meningkatkan keuntungan dan menjaga keberlanjutan usaha UKM, hal ini dikarenakan kemudahan penyediaan bahan baku yang melimpah di lokasi usaha.

Pelatihan pembuatan tepung dari kulit pisang dan aneka olahan kue disampaikan oleh Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) yang terdiri atas Ir Tri Rini Kusparwanti, MP, Ir. Niniek Wihartiningsih, MP dan Ir. M. Zayin Sukri, MP.

“Melalui pelatihan ini anggota UKM di Senduro, Lumajang, tidak hanya memanfaatkan buahnya saja, tetapi mampu  mengolah limbah kulit pisang yang ada disekitarnya,” ujar Tri Rini Kusparwanti.

Tri Rini menjelaskan, tepung merupakan salah satu bentuk produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan disimpan, mudah dicampur (dibuat komposit), diperkaya zat gizi (difortifikasi), dibentuk, dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis.

Tepung dapat menjadi salah satu alternatif dari hasil pengolahan limbah kulit pisang, yang pembuatannya sangat mudah dengan peralatan yang sederhana. “Tepung kulit pisang ini dapat digunakan pada pengolahan berbagai jenis makanan yang mengggunakan tepung  (tepungberas, terigu) di dalamnya. Dalam hal ini, tepung pisang menggantikan sebagian atau seluruh tepung lainnya,” urai Tri Rini.

Sementara itu, Ir. Niniek Wihartiningsih, MP menuturkan, praktek pembuatan tepung kali ini, ialah pembuatan tepung dari kulit pisang  raja nangka sisa dari pembuatan kripik.

“Kami juga mengenalkan pembuatan tepung dari kulit pisang yang lain seperti pisang Ambon dan pisang Kepok. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan, yang diawali dengan sosialisasi, penyuluhan, praktek dan evaluasi,” ungkap Niniek Wihartingsih.

Ir M Zayin Sukri, MP menambahkan, bahwa dari hasil pelatihan ini, peserta pelatihan merasakan sekali ada tambahan pengetahuan untuk deversifikasi olahan dari kulit pisang, yang selama ini tidak termanfaatkan .

“Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengembang olahan dari tepung kulit pisang berupa cake, bolu dan brownies untuk tambahan jenis oleh-oleh khas Lumajang,” pungkas Zayin Sukri.

Sementara itu, Ketua UKM “Kripik Bintang Sembilan” Mas’ud memberikan apresiasinya pada Tim Pengabdian Polije.

“Kami sangat senang bisa menjadi mitra yang dibina Tim Polije dalam pembuatan Tepung dari kulit pisang beserta olahanya, karena sebelumnya kami belum mengetahui kalau kulit pisang bisa digunakan untuk tepung dan menjadi aneka kue,” kata Mas’ud.(red)

Bagikan Ke:

Check Also

Tingkatkan Omset Penjualan Susu Sapi Rembangan, Polije Kembangkan Proses Produksi berbasis HPEF (Hight Pulse Electric Field) Dan Pendampingan Digital Marketing

Jember- Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember merupakan salah satu Desa Wisata andalan, berada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *