Home / BERITA UTAMA / Pengembangan Usaha Teh Herbal Berbahan Baku Kulit Kopi (Cascara) di UD Nuri Bondowoso

Pengembangan Usaha Teh Herbal Berbahan Baku Kulit Kopi (Cascara) di UD Nuri Bondowoso

Bondowoso- UD NURI terletak di desa Sumbergading Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso adalah mitra pelaksana kegiatan program pengabdian Tim Politeknik Negeri Jember (Polije) yang terdiri dari Retno Sari Mahanani, SP, MM, Taufik Hidayat, SE. M.Si, Dr.Ir. Bagus P Yudhia K, M.P, Dosen Jurusan Manajemen Agribisnis.

UD NURI dikelola secara langsung oleh pemiliknya yaitu Riskatulhimmah alumni dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Brawijaya. UD NURI bergerak di bidang industri kopi. Pemilihan UD NURI sebagai mitra kegiatan program pengabdian berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain kebutuhan mitra, respons pengusaha, prospek pengembangan, serta dapat dijadikan percontohan bagi pengusaha Cascara yang lain, di Kecamatan Sumber Wringin khususnya, dan daerah lain pada umumnya.

Retno Sari Mahanani menjelaskan, proses pengolahan cascara teh milik UD NURI yang masih sangat sederhana dan juga peralatan yang digunakannya, merupakan kendala yang harus dihadapi dalam proses produksinya.

Kapasitas produksi yang terbatas dikarenakan tergantung dari suasana iklim yang ada, serta proses pengemasan dan penyimpanan yang terkesan sekedar membungkus cascara teh dengan kemasan plastik sederhana atau bahan kemasan yang kurang aman bagi kesehatan sehingga perlu adanya alat teknologi pengeringan yang tidak tergantung oleh keadaan cuaca dan juga inovasi kemasan aluminium foil yang lebih higienis dan sesuai untuk penyimpanan makanan.

“Pelaksanaan kegiatan Pengabdian PNBP Polije ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi mitra pengusaha cascara teh Riskatulhimmah, alternatif solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan bimbingan dan pelatihan secara intensif tentang penggunaan peralatan yang aman yang digunakan untuk memproduksi cascara teh, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk dan memberikan bimbingan dan pelatihan secara intensif tentang pengemasan produk serta manajemen bisnis dan pemasaran cascara teh,” ujar Retno.

Sementara itu Taufik Hidayat menerangkan, target luaran dari kegiatan Pengabdian di UD NURI berdasarkan solusi yang ditawarkan antara lain Mitra menerapkan penggunaan alat produksi yang aman bagi pengeringan cascara teh yang tidak terkendala oleh cuaca dalam proses pengolahan cascara teh dan Mitra dapat menerapkan bahan dan bentuk kemasan yang aman bagi kesehatan, informatif, menarik dan ergonomis.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan materi tentang pengelolaan yang baik khususnya terkait dengan pembukuan keuangan kepada mitra pengabdian, pengusaha teh cascara, UD NURI di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Penyampaian materi manajemen bertujuan agar usaha yang dilakukan ini dapat dikelola dengan baik mulai dari perencanaan, tata kelola, strategi pemsarannya sampai dengan pengelolaan keuangan, sehingga memiliki jiwa wirausaha yang kuat dalam mengembangkan peluang usaha di bidang teh cascara,” kata Taufik.

Dalam kegiatan ini juga dijelaskan dampak terhadap pengembangan wirausaha yang akan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan usaha di desanya.

Bagus P Yudhia melanjutkan, pihaknya juga menyerahkan peralatan kegiatan PkM PNBP Polije Pengembangan Usaha Teh Herbal Berbahan Baku Kulit Kopi (Cascara) di UD NURI Bondowoso berupa alat pengering kulit kopi.

Menurut Bagus, pengabdian pelatihan penguatan pengelolaan usaha dan bisnis pada program PkM PNBP Polije dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, antara lain Penyajian materi yang disampaikan dan dipandu team teaching dan para fasilitator, yang pelaksanaannya dilakukan di dalan ruangan, yang telah disiapkan dan disediakan oleh Mitra.

“Pemberian materi strategi penjualan dan pembukuan sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara membuat pembukuan tentang usaha the cascara secara sederhana dan penjualan secara on line,” terang Bagus.

Diskusi interaktif yang dilakukan oleh peserta dan pemateri selama penyelenggaraan pelatihan berlangsung aktif dan serius diikuti peserta.

Check Also

Nyabu, Dua Pengusaha Jember Diringkus

Jember– Dua pengusaha terkenal di Jember yakni Siraz Husen, owner toko busana muslim Syafia Plaza …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *