Home / BERITA UTAMA / Pengungsi Rohingya Diamankan Imigrasi Jember

Pengungsi Rohingya Diamankan Imigrasi Jember

Jember- Seorang pria pengungsi Rohingya bernama Mir Ahmad Kholli Ahmad diamankan Tim Pora (Pengawasan orang asing) Kantor Imigrasi Kelas II Jember di Banyuwangi. Diketahui pengungsi Rohingya tersebut tidak kantongi izin tinggal, dan hanya memiliki kartu identitas dari perwakilan UNHCR di Malaysia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember Kartana saat dikonfirmasi media menyampaikan, seorang pengungsi Rohingya tersebut diamankan oleh petugas Pora pada 12 April lalu, karena masuk ke Indonesia secara illegal.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan yang bersangkutan menunjukan surat keterangan dari UNHCR yang dikeluarkan di Malaysia. Jadi dia statusnya pengungsi yang tinggal di Malaysia,” kata Kartana, Selasa siang (17/4).

Kartana menyampaikan, masuknya seorang pengungsi tersebut, melalui jalur tikus di wilayah perairan Dumai, Kepulauan Riau. Namun meski yang bersangkutan masuk secara ilegal di Indonesia, pihak imigrasi tidak bisa melakukan deportasi.

“Karena rohingnya tidak ada negaranya, sedangkan pengungsi tidak bisa dideportasi.  Sehingga kami akan membantu mendaftarkan yang bersangkutan ke UNHCR di Jakarta,” tandasnya.

Untuk sementara, lanjutnya, selama seorang pengungsi tersebut belum mendapatkan kartu dari UNHCR, dia akan tinggal di Ruang Detensi Imigrasi (Rudenim).

”Namun setelah mendapatkan surat dari UNHCR,yang bersangkutan dapat tinggal diluar Rudenim karena berstatus sebagai pengungsi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, kepada sejumlah media Mir Ahmad Kholli Ahmad mengaku, dirinya tidak memiliki paspor ataupun ijin tinggal lainnya. Dirinya adalah seorang pengungsi Rohingya dan mencari perlindungan di Negara lain. Dia pun hanya mengantongi surat identitas pengungsi yang dikeluarkan oleh perwakilan UNHCR di Malaysia.

Kepada petugas, Mir Ahmad yang sudah bisa berbahasa melayu ini mengaku, masuk ke Indonesia dari Malaysia melalui jalur tikus di perairan Dumai, Kepulauan Riau pada pada 28 Desember 2017 lalu. Sebelum ke Indonesia, Mir Ahmad sudah tinggal di Malaysia selama 26 tahun. “Saya (masuk) dari Malaka lewat Dumai,” ujar Mir Ahmad.

Mir Ahmad juga mengaku sudah 3 bulan ini tinggal di Banyuwangi setelah berhasil masuk ke Indonesia. Dia mengaku tinggal bersama keluarga istrinya yang merupakan warga Banyuwangi.

“Saya dulu sudah (pernah) menikah dan punya anak. Istri saya dirogol (perkosa), Istri dan anak saya dua, kena potong kepalanya. Mak, Bapak kena potong juga. Lepas itu kita orang gaduh sana lari (ke Malaysia),” ungkapnya.

Setelah berhasil kabur ke Malaysia, lanjutnya, dirinya mengenal istrinya yang sekarang, saat menjadi TKI di Malaysia. Kemudian untuk menghindari zina, dia pun menikah dengan orang Indonesia asal Banyuwangi bernama Listiani itu.

“Saya bahagia bisa menikah lagi dan punya anak. Saya pun ke Indonesia dan sementara tinggal dengan adik istri saya,” tuturnya. (ta/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Ciptakan Rekor Baru dari Leprid

Jember- Penyelenggaraan Penandatangan MoU Serentak dengan 32 IDUKA. Politeknik Negeri Jember (Polije) Jum’at (6/11) pagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *