Home / BERITA UTAMA / Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Anak Usia Pra Sekolah

Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Anak Usia Pra Sekolah

Jember-Anak usia pra sekolah adalah anak dalam kategori rentan usia 3-6 tahun yang sedang mengalami suatu proses perkembangan yang sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya.

Pada usia prasekolah inilah, potensi dan karakteristik anak mulai terbentuk. Perubahan fisik dan mental seperti mulai berkembang konsep diri, rasa ingin tahu, munculnya egosentris, imajinasi, belajar dari lingkungan, berkembangnya cara berfikir, dan munculnya perilaku tertentu. Ini disebut sebagai masa keemasan (the golden age).

Untuk itu diperlukan sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan pelatihan untuk memantau status gizi kepada masyarakat salah satunya dengan kegiatan pengabdian masyarakat seperti yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember di PG dan TK Cut Nya’dhien Jember.

Tim ini terdiri atas 2 orang dosen yaitu Vita Permatasari, ST., MT. dan Ida Nurmawati, S.KM., M.Kes serta 4 orang mahasiswa yaitu Ariyanto Adi Kusumo dari prodi rekam medik dan Rismatul Ilmi, Widya wati S, Indah Putri U dari prodi Gizi Klinik.

“Kegiatan kita lakukan antara lain penyuluhan gizi seimbang, penyuluhan tentang makanan sehat kepada orang tua atau wali murid, game edukatif bersama siswa, makan sehat bersama serta pembuatan dan pelatihan aplikasi nutriecare,” ungkap Vita Permatasari.

Kegiatan ini memberi pengertian gizi seimbang dan perbedaannya dengan 4 sehat 5 sempurna yang mana dikenal sebagai 4 pilar gizi seimbang yaitu mengkonsumsi makanan beragam, perilaku hidup bersih, melakukan aktifitas fisik dan mempertahankan serta memantau berat badan normal.

Lanjut Vita Permatasari, pihaknya memberi penjelasan tentang makanan sehat, anjuran porsi makan untuk kecukupan energi, perilaku makan normal, saran jenis makanan, karakteristik makanan yang disukai, serta berbagai tips mengatasi anak susah makan.

“Kita beri penjelasan soal kandungan gizi yang ada di tiap makanan serta resep-resep makanan menarik yang dapat diberikan untuk anak yang berada dalam usia emas,” terangnya.

Dalam game edukatif bersama siswa, juga diajarkan pengenalan terhadap gizi seimbang dan makanan-makanan sehat menggunakan media game edukatif. Terdapat tiga game yaitu; kampung gizi seimbang, piramida gizi seimbang dan pengenalan bahan makanan sehat dengan food model.

Antusiasme siswa sangat terlihat, ungkap Ida Nurmawati, dosen yang lain, sebagian besar siswa mampu menyebutkan nama bahan makanan dengan benar meskipun masih banyak yang salah mengklasifikasikannya.

“Kita ada kegiatan makan sehat bersama walimurid dan siswa. Ada dialog terkait masalah makan siswa. Anak-anak tampak lahap menyantap menu makanan sehat dan orang tua pun antusias meneceritakan permasalahan makan anaknya,” jelas Ida Nurmawati.

Lanjut Ida Nurmawati, kegiatan yang tak kalah penting adalah pelatihan aplikasi nutriecare kepada semua guru. Peserta pelatihan adalah guru PG dan TK Cut Nya’dhien. Aplikasi dibuat sebelumnya oleh tim dosen. Fitur yang terdapat di aplikasi ini antara lain E-KMS, laporan kunjungan, laporan riwayat status gizi disertai grafik serta menghitung dan menyimpan status gizi berdasarkan BB/U, TB/U dan BB/TB.

“Dengan apikasi ini dapat diketahui kategori status gizi anak sesuai dengan standar antropometri penilaian status gizi menteri kesehatan. Kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan peningkatan pengetahuan selalu menjaga kesehatan terutama dalam menerapkan gizi seimbang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, salah satu masalah yang berkaitan dengan konsumsi gizi pada anak adalah terjadinya malnutrisi. Malnutrisi adalah segala bentuk masalah gizi meliputi kurang gizi (wasting, stunting, underweight), kurang asupan vitamin dan mineral, kelebihan berat badan, obesitas, dan penyakit tidak menular berkaitan dengan asupan makanan.

WHO menyebutkan masalah malnutrisi pada balita yaitu sebanyak 52 juta balita kurus (wasted), 17 juta balita sangat kurus 155 juta balita pendek, dan 41 juta kelebihan berat badan/obesitas. Sekitar 45% kematian balita berkaitan dengan kurang gizi.(ami)

Bagikan Ke:

Check Also

Diawali Sungkem Orangtua, Salam – Ifan Daftar KPU Diantar Ribuan Massa

Jember- Walau sudah di imbau untuk tidak ikut mengantar Cabup dan Cawabup Salam – Ifan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *