Home / BERITA UTAMA / Perpenca Desak Pemkab Jember Segera Rampungkan Perbup Difabel

Perpenca Desak Pemkab Jember Segera Rampungkan Perbup Difabel

Jember- Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Kabupaten Jember mendesak Pemkab agar segera merampungkan Peraturan Bupati terkait perlindungan kaum diffabel paling lambat bulan Desember mendatang. Pasalnya, dalam Perda Dissabilitas yang sudah ditetapkan pada Bulan Desember Tahun 2016 lalu sudah tegas disebutkan Perbup harus diterbitkan paling lambat setahun setelah Perda ditetapkan.

Ketua Dewan Pembina Perpenca Jember, Asrorul Mais usai rapat koordinasi bersama Dinas Sosial Jumat pagi menyampaikan, koordinasi Dinas Sosial dengan perwakilan diffabel sudah mulai intens. Pihaknya juga sering dimintai pertimbangan oleh dinsos sebelum perbup tersebut ditetapkan. Menurut mais, perbup ini merupakan pintu gerbang untuk mengawal persoalan penyandang difabel Jember. Pasalnya, tanpa adanya perbup tersebut Perda Perlindungan Dissabilitas yang diinisiasi DPRD Jember tidak akan berguna. Oleh sebab itulah, Dosen IKIP PGRI Jember ini mendesak agar Pemkab segera melakukan percepatan sehingga perbup perlindungan dissabilitas bisa segera ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jember, Isnaini Dwi Susanti menjelaskan, pembahasan drfat perbup difabel ini memang berjalan cukup lama karena pihaknya masih berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Mengingat seluruh OPD memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanat Perda Perlindungan Dissabilitas. Santi optimis, Perbup Difabel ini akan segera selesai sesuai harapan kaum difabel, mengingat saat rapat koordinasi pihaknya juga menghadirkan perwakilan sejumlah OPD. Sehingga mereka bisa berdialog secara langsung dengan OPD terkait pemenuhan hak-hak kaum difabel. (riq/sal)

Check Also

Utusan Kemenko PMK Apresiasi Capaian Polije

Jember- Tuntutan kebutuhan pembangunan bangsa Indonesia saat ini dibutuhkan kwalitas SDM unggul, kompeten serta berdaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *