Home / PENDIDIKAN / Polije Berdayakan Masyarakat Melalui Pembuatan Rempah-rempah Instan dengan Teknik Practical Process

Polije Berdayakan Masyarakat Melalui Pembuatan Rempah-rempah Instan dengan Teknik Practical Process

– Sebagai Peningkat Sistem Imun Masyarakat Kemuning Lor

Peningkatan sistem imun tubuh untuk pencegahan covid-19 yang menjadi pandemik global, dapat dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal berbasis rempah-rempah instan. dengan memanfaatkan rempah-rempah di halaman rumah dan melakukan inovasi olahan rempah-rempah menjadi awet, tanpa endapan, dan bernilai ekonomis tinggi yang keberadaannya masih minim dipasaran sehingga akan bermanfaat sebagai pencegahan peningkatan sistem imun tubuh serta menambah pendapatan dan ketrampilan mitra di desa kemuning lor kecamatan arjasa kabupaten jember.

Untuk itu, Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari Yohan Yuanta,S.ST.,M.Gizi, Agatha Widiyawati, S.ST.,M.Gizi dan Dina Fitriyah, S.Si.,M.Si melaksanakan pelatihan pembuatan rempah-rempah instan dengan teknik practical process pada Masyarakat Kemuning Lor. kegiatan pengabdian ini difasilitasi oleh Pusat pPenelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polije melalui anggaran PNBP tahun 2020.

Ketua Tim Pengabdian Polije Yohan Yuanta menjelaskan, untuk memaksimalkan inovasi olahan rempah-rempah instan dapat dibentuk usaha yang berkonsep teknik practical process yaitu menjadikan produk olahan rempah-rempah menjadi lebih praktis, awet, dan tanpa endapan. dengan teknik ini diharapkan dapat menjadi produksi yang ramah lingkungan dengan nilai ekonomis yang tinggi. alat pembuatan rempah-rempah dan modul pembuatan olahan rempah-rempah instan diberikan kepada mitra. modul serta alat pembuat olahan rempah-rempah diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mitra dalam memproduksi olahan rempah-rempah secara maksimal dan dapat memenuhi pasar nasional maupun nantinya untuk di ekspor. tidak hanya mengolah, kamipun mengajak mitra untuk memanfaatkan limbah kemasan plastik bekas untuk dijadikan tempat media tanam untuk rempah-rempah.

“Pemanfaatan bahan alam sebagai obat (biofarmaka) cenderung meningkat karena adanya pandemik covid-19 dan perubahan gaya hidup back to nature dengan konsumsi herbal atau rempah-rempah yang biasa kita jumpai sehari-hari yaitu jenis jahe, kunyit, sereh, temulawak, kayu secang dan sejenisnya. sehingga permintaan terhadap rempah-rempah, saat ini terus meningkat,” kata Yohan.

Agatha Widiyawati menerangkan, kunyit memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai obat, yaitu kurkuminoid. Dua, terdapat banyak studi tentang kurkumin memiliki berbagai aktivitas sebagai antivirus. Tiga, temulawak mengandung kurkumin, pati, dan minyak atsiri yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai antikolesterol, antiinflamasi, antianemia, antioksidan, antimikroba dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Selain itu, campuran jahe dan kayu manis berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidan yang tinggi. Juga kencur sendiri apabila sudah diolah menjadi minuman dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah dan menghilangkan masuk angin hal ini dikarenakan didalam kencur terdapat beberapa senyawa seperti minyak atsiri, saponin, flavonoid, polifenol yang diketahui memiliki banyak manfaat,” terang Agatha Widiyawati.

Dina Fitriyah menambahkan, minuman ekstrak dari bahan dasar alami atau rempah-rempah yaitu jahe, secang kapulaga, sereh, kayu manis, daun mint dapat meningkatkan kesehatan masyarakat karena rempah-rempah ini banyak mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai anti-oksidan yang dapat membantu mencegah penyakit dan menjaga kesehatan tubuh.

“Disamping obat-obat moderen memiliki harga yang relatif lebih mahal, obat dari bahan alam juga bisa menjadi alternative lain sebagai obat yang lebih murah dan aman. namun yang perlu diperhatikan adalah kebenaran manfaat obat herbal, ketepatan dosis, ketepatan waktu penggunaan, ketepatan cara penggunaan, ketepatan menggali informasi, tidak disalah gunakan dan ketepatan memilih obat tradisional sesuai dengan penyakit tertentu,” ujar Dina.

Yohan mengungkapkan, pengolahan rempah-rempah menjadi minuman instan, harus dilakukan secara benar agar minuman yang dihasilkan sehat, yaitu tidak mengandung bakteri, zat kimia berbahaya, racun serta tidak menghasilkan residu. salah dalam mengolah rempah-rempah, menyebabkan zat yang terkandung didalamnya tidak berfungsi dengan baik. residu pada rempah-rempah instan juga sangat berbahaya, karena dapat menempel pada organ ginjal sehingga ginjal akan bekerja keras untuk menyaring racun dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

“Oleh karena itu, perlu adanya pengolahan rempah-rempah yang praktis, lebih awet dan bebas dari residu, sehingga tidak adanya efek samping dan aman untuk dikonsumsi. hal ini bisa diatasi dengan cara pembuatan rempah-rempah instan dengan teknik practical process,” pungkas Yohan.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Dampingi Gapoktan Makmur di Desa Kemuning Lor, Olah Limbah Kotoran Ternak menjadi Pupuk Organik Berkualitas

Akademisi Politeknik Negeri Jember, Ir. Tri Rini Kusparwanti, M.P., Eliyatiningsih, S.P., M.Sc., dan Hanif Fatur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *