Home / PENDIDIKAN / Polije Berhasil Tingkatkan Omzet Petani Kopi dengan Penerapan Produksi Bersih di Tengah Pandemi Covid-19

Polije Berhasil Tingkatkan Omzet Petani Kopi dengan Penerapan Produksi Bersih di Tengah Pandemi Covid-19

Produksi Bersih adalah sebuah upaya penanganan limbah yang tidak berdasarkan sistem konvensional end of pipe namun penanganan limbah yang dilakukan dari sumber atau proses awal. Pendekatan konsep Non Product Output (NPO) dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara partisipatif interaktif, yaitu mengajak pelaku industri untuk melihat limbah maupun potensi limbah yang mereka hasilkan dari sudut pandang yang berbeda, hal tersebut disampaikan Aulia Brilliantina, S.TP., M.P., selaku anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat saat berbicara di depan para peserta pelatihan tentang Produksi Bersih yang berlangsung di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember beberapa waktu yang lalu.

Elok Kurnia Novitasari, S.TP., M.P., selaku anggota tim menjelaskan, kegiatan yang dilakukan secara partisipatif dapat mendorong para petani kopi untuk aktif mengikuti sosialisasi dan pelatihan.

Agung Wahyono, S.P., M.Si., P.hD menuturkan, sosialisasi dan pelatihan tentang Produksi Bersih tersebut diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember berlangsung pada 8 Agustus 2020.

“Kegiatan ini merupakan realisasi Hibah pendanaan Dirjen Riset dan Pengabdian Masyarakat skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah dilaksanakan dalam rangka upaya penanggulangan pencemaran limbah industri kopi mengingat kopi merupakan komoditas unggulan Kabupaten Jember,” kata Agung.

Sementara itu, Dr. Ir. Kasutjianingati, M.Si., selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat mengatakan, bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri kopi yang secara tidak langsung mengurangi jumlah keluaran limbah. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah rencana tindak (action plan) secara partisipatif dari petani-petani kopi di Kecamatan panti yang melakukan tindakan efisiensi diantaranya berupa efisiensi penggunaan air bersih, efisiensi bahan baku dan efisiensi ceceran bahan baku tahap proses. Limbah dari industry kopi tersebut diolah kembali menjadi pupuk organik dan juga baglog dari tanaman jamur tiram.

“Diharapkan dari pelaksanaan rencana tindak ini secara bertahap akan membantu penanggulangan pencemaran limbah industri kopi dan meningkatkan omzet dari petani kopi melalui penjualan limbah yang dihasilkan,” ujar Kasutjianingati.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan Produksi Bersih ini diikuti oleh 10 petani kopi yang ada di Kecamatan Panti. Jumlah peserta kegiatan dibatasi karena adanya pandemic covid-19. Acara diawali dengan sosialisasi yang ditujukan untuk pengenalan konsep dan metode Produksi Bersih pada industry kopi, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk cair organic dari limbah pengolahan produksi basah kopi dan juga pelatihan pembuatan baglog dari limbah kulit kopi untuk budidaya jamur tiram.

Hasil yang telah dicapai melalui pelaksanaan Produksi Bersih dengan metode partisipatif yang dikembangkan pada kegiatan ini membuka peluang untuk direplikasi pada kecamatan lainnya dengan jenis produksi yang berbeda dalam rangka pemanfaatan sumberdaya secara efisien, minimalisasi limbah, penanggulangan pencemaran akibat limbah dan perbaikan serta peningkatan kualitas lingkungan.

Wahyu selaku ketua kelompok petani kopi Desa Danci, Kecamatan Panti sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Produki Bersih yang diterapkan di Kecamatan Panti sebagai bagian dari wujud pelestarian lingkungan sekaligus dapat meningkatakan omzet penjualan kopi dan produk sampingannya.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Gelar Pelatihan Pembuatan Mie Sayur Buah untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat di Masa Pandemi

Perguruan tinggi mengemban tiga tugas utama kegiatan akademik, yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *