Home / BERITA UTAMA / Polije beri Edukasi dan Bimtek Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah

Polije beri Edukasi dan Bimtek Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah

Jember- Keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS), kini menjadi perhatian banyak pihak. Penyediaan jajanan yang sehat dan aman merupakan hal yang sangat penting mengingat usia anak usia sekolah dasar yang sangat membutuhkan asupan zat gizi yang cukup guna mendukung masa pertumbuhan.

Konsumsi jajanan yang sehat dan aman dapat membantu meningkatkan kemampuan dan konsentrasi belajar peserta didik dan menghindari kejadian keracunan makanan dan penyebaran wabah penyakit akibat makanan (foodborne illnesses) yang masih sering terjadi lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2018, tim pengabdian Politeknik Negeri Jember yang diketuai Huda Oktafa dan beranggotakan dr. Nurul Karimah dan Naning Retnowati, memberikan edukasi PJAS kepada siswa SD dan bimbingan teknis CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan Baik) pada para penjaja makanan di SDN Lingkungan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.

Huda menjelaskan, kegiatan edukasi dan bimtek dilaksanakan di SDN Sumbersari 03 dan SDN Kebonsari 01 Kabupaten Jember.

“Kegiatan edukasi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan siswa SDN dalam mengenal jenis pangan yang aman untuk dikonsumsi yakni memenuhi syarat, bebas dari cemaran fisik, kimia, maupun biologi. Sedangkan kegiatan Bimtek CPPOB ditujukan agar semua penjaja makanan jajanan yang berada di lingkungan sekitar sekolah dapat menerapkan cara memproduksi pangan yang sehat dan aman bagi masyarakat yang membelinya,” ujar Huda.

Huda menerangkan, materi edukasi yang diberikan pada siswa meliputi cara memilih pangan jajanan yang aman dan sehat bagi anak sekolah dan penerapan perilaku hidup bersih. Kegiatan demonstrasi cara mendeteksi jajanan berbahaya juga ditunjukkan, misalnya dengan menggunakan ekstrak kunyit untuk mendeteksi ada tidaknya boraks serta larutan permanganat untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan formalin pada pangan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, peserta diberikan leaflet dan modul.

“Praktik demonstrasi tersebut dapat memberikan pembuktian secara kualitatif sehingga akan semakin mudah dimengerti oleh siswa,” kata Ketua tim pengabdian Huda.

dr. Nurul Karimah, anggota tim pengabdian Polije menguraikan, bimtek dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada penjual jajanan prinsip CPPOB diantaranya tentang pentingnya penggunaan bahan pangan yang aman dan sehat serta penerapan prinsip sanitasi dan higiene agar semua pangan jajanan yang dijual dapat terjamin keamanan pangannya.

“Untuk mendukung kegiatan bimtek maka setiap penjaja makanan jajanan diberikan modul beserta leaflet,” kata dr Nurul.

Tim pengabdian juga memberikan bantuan perlengkapan atau peralatan penunjang dalam memproduksi dan menyajikan jajanan anak sekolah seperti rak peralatan makanan, peralatan memasak dari stainless-steel, tempat penyajian jajanan basah buka-tutup serta pengemas untuk makanan dan minuman penyediaan tempat sampah, serta satu paket APD (alat pelindung diri).

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan hygiene dan sanitasi yang baik dalam produksi maupun penyajian jajanan di lingkungan sekolah.

Penyediaan pangan jajanan yang sehat dan aman secara berkelanjutan tentunya tidak terlepas dari sinergi antara pihak sekolah, penjaja makanan dan juga para peserta didik.

Anggota tim pengabdian Polije Naning Retnowati menghimbau, pihak sekolah sebaiknya juga tetap memonitoring produksi dan penyediaan jajanan di kantin, ketersediaan dan penggunaan air bersih oleh kantin, dan perilaku siswa dalam memilih dan mengkonsumsi jajanan.

“Hal lain juga perlu diperhatikan yaitu beberapa kemungkinan titik kritis keamanan makanan seperti tanggal kadaluarsa, penggunaan bahan makanan tidak aman dan perilaku berisiko dari penjaja makanan,” pungkasnya.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Tingkatkan Kompetensi Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita Pada Masa Pandemik Covid-19 melalui Implementasi E-Posyandu

Jember- Politeknik Negeri Jember (Polije) meningkatkan Kompetensi Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita Pada Masa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *