Home / PENDIDIKAN / Polije Bina Kelompok Tani Kopi Pakem Bondowoso, Implementasikan Teknologi Biosistem Industri Hilirisasi Olahan Kopi Pemeringkatan Mutu Spesialti

Polije Bina Kelompok Tani Kopi Pakem Bondowoso, Implementasikan Teknologi Biosistem Industri Hilirisasi Olahan Kopi Pemeringkatan Mutu Spesialti

Dosen Politeknik Negeri Jember dalam pelaksanaan tugas Tri Dharma berupa Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim Pengabdian Teknologi yang di Diseminasikan Kepada Masyarakat terdiri dari Andik Irawan, Dicky Adi Tyagita dan Naning Retnowati membina kelompok tani kopi Andungsari Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondosowo dengan Integrasi empat subsistem yakni subsistem perkebunan, subsistem peternakan, subsistem perikanan dan subsistem industri.

Melalui implementasi teknologi biosistem di masyarakat maka berupaya menumbuh kembangkan Kelompok Tani Kopi Andungsari di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso yang diketuai oleh Helmy, guna meningkatkan mutu biji kopi menjadi spesialti.

Naning Retnowati menuturkan, Polije memberikan prioritas teknologi yang dibutuhkan mitra agar dapat menerapkan implementasi biosistem secara lengkap yakni meliputi mesin huller, mesin sortasi, paket teknologi solar panel, paket mini greenhouse dengan hidroponik.

“Melalui pemberian paket teknologi kepada mitra diharapkan nantinya dapat membantu mitra untuk mengimplementasikan teknologi biosistem. Selain itu mitra juga dilatih memanfaatlan semua aspek pada subsistem industri, subsistem perikanan, susbsitem perkebunan, susbsitem peternakan,” ujat Naning.

Dicky Adi Tyagita tim Dosen pelaksana menegaskan bahwa teknologi yang dimiliki Kelompok Tani Kopi Andungsari saat ini masih berupa mesin pulper, dan mesin sangrai, sedangkan mesin washer (setelah fermentasi) masih belum tersedia, mesin kupas kulit gabah dan mesin sortasi, serta mesin uji sampel untuk profilling kopi sangrai.

“Gambaran situasi teknologi saat ini yakni belum lengkapnya teknologi untuk mendapatkan kopi pemeringkatan specialty. Model pengolahan yang dilakukan mitra sudah memanfaatkan limbah dan potensi lingkungan akan tetapi masih belum menerapkan teknik biosistem dikarenakan peralatan yang masih sangat sederhana,” kata Dicky.

Andik Irawan selaku Ketua Tim menjelaskan, Terdapat permasalahan pada empat subsistem dengan klasifikasi pada tiga aspek tersebut dapat diselesaikan; dari aspek lingkungan diterapkan teknologi greenhouse untuk penjemuran kopi dalam menghasilkan olahan honey, winey, dan fullwash kapasitas greenhouse mampu menjemur kopi hingga 500kg. Debit Irigasi air rata – rata tiap hari 95lt/dt digunakan untuk sirkulasi penggantian air pada kolam ikan dengan luas kolam 42 m2.

Air Kolam disirkulasi sebagai nutrisi pada aquaponic dalam biosistem tersebut untuk tanaman sayur hidroponik. Penerapan teknologi untuk pengolahan kopi, berupa teknologi huller dengan kapasitas 200kg/jam untuk mengkupas kulit karing, dan mesin sortasi biji kopi untuk kategori mutu biji sesuai SNI ukuran shift 6.5, 5,5 dan 5mm dengan kapasitas 200kg/jam, Sedangkan solar panel sebanyak 100wp dengan kapasitas daya simpan baterai bertegangan 12 volt 60ah dan inverter 1KW yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik untuk supply energi penerangan mitra. Solar panel juga digunakan untuk pompa air 60watt sebagai sirkulasi nutrisi pada hidropinik, hidroganik. Pada Aspek SDM, telah diberikan pelatihan dan pendampingan dalam hilirisasi olahan kopi berbasis teknologi biosistem dalam penerapan mutu SNI untuk mendapat biji kopi spesialti.

Penerapan biosistem pada empat subsistem yakni, subsistem perkebunan kopi, perikanan dan peternakan dan industri kopi berjalan dengan baik walaupun energi yang dihasilkan dari 100wp solar panel hanya mengasilkan 400watt dengan durasi 4 jam perhari. Target khusus Integrasi tersebut diaplikasikan dalam teknologi biosistem sebagai upaya menghasilkan produk diantaranya Food, Feed, Fuel dan Fertilizer. Food berupa produk biji kopi spesialti standart SNI 01-2907-2008 dan sayuran dari proses hidroponik, hidroganik dan aquaponik.

Dalam kegiatannya mitra kegiatan sangat berterimakasih kepada Kementerian Riset Dan Teknologi/ Badan Riset Dan Inovasi Nasional yang mendanai kegiatan ini. Juga kepada Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah memberikan paket teknologi, dan pelatihan yang lengkap dan sangat bermanfaat. Besar harapan Helmy adalah tetap mengharapkan evaluasi untuk jangka pandek dan menengah agar keberlanjutan kegiatan dapat dilanjutkan kembali untuk jangka menengah dan jangka panjang.

Bagikan Ke:

Check Also

Dosen Polije Kembangkan Aplikasi Berbasis Andorid Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Jember- Di era pandemic covid-19, kegiatan posyandu untuk pemantauan tumbuh kembang anak di Kabupaten Jember …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *