Home / PENDIDIKAN / Polije Dampingi Gapoktan Makmur di Desa Kemuning Lor, Olah Limbah Kotoran Ternak menjadi Pupuk Organik Berkualitas

Polije Dampingi Gapoktan Makmur di Desa Kemuning Lor, Olah Limbah Kotoran Ternak menjadi Pupuk Organik Berkualitas

Akademisi Politeknik Negeri Jember, Ir. Tri Rini Kusparwanti, M.P., Eliyatiningsih, S.P., M.Sc., dan Hanif Fatur Rohman, S.P., M.P melakukan pendampingan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur di Desa Kemuning Lor, Rembangan dalam mengolah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik berkualitas.

Ketua Tim Pengabdian, Tri Rini Kusparwanti menjelaskan, bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh permasalahan yang dihadapi oleh Gapoktan terkait dengan mahalnya harga pupuk kimia dan melimpahnya limbah kotoran kambing yang belum dimanfaatkan.

“Penduduk disini rata-rata memiliki ternak kambing, dan kotorannya hanya ditumpuk dan menjadi polusi serta sumber penyakit.” ujarnya.

Tri Rini juga menambahkan bahwa petani masih tergantung dengan pupuk kimia dalam budidaya pertaniannya, sehingga penggunaan pupuk organik dari kotoran hewan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengantisipasi dan mengatasi mahalnya harga pupuk kimia. Pupuk organik juga memiliki manfaat yang begitu besar yakni menyuburkan tanaman, menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah, mudah dibuat, murah, tidak ada efek samping dan ramah lingkungan.

Anggota Tim Pengabdian, Hanif Fatur Rohman menerangkan, bahwa pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dapat dilakukan dengan penambahan mikroorganisme seperti Trichoderma sp. “Penggunaan Trichoderma sp sebagai biodekomposer pada pembuatan pupuk organik memiliki manfaat dan kelebihan jika dibandingkan pupuk organik biasa, seperti dapat meningkatkan aktifitas biologis mikroorganisme tanah yang menguntungkan dan sekaligus sebagai pengendali OPT di dalam tanah.” terang Hanif.

Proses pengomposan kali ini juga dilakukan dengan menggunakan Metode Takakura, yaitu pengomposan dalam keranjang yang dapat dilakukan dalam skala rumah tangga.
“Dengan Metode Takakura diharapkan pengomposan dapat dilakukan secara mandiri dan sederhana oleh setiap anggota Gapoktan.” kata Hanif.

Sementara itu Eliyatiningsih, anggota tim pengabdian lainnya menambahkan, bahwa diharapkan pembuatan pupuk kandang kotoran hewan ini kedepannya dapat menjadi unit usaha baru yang dikelola bersama oleh Gapoktan. “Pupuk kandang hasil pengomposan Gapoktan harapannya dapat dijual dan petani memiliki sumber pendapatan lain disamping usahataninya.” pungkasnya.

Dari kegiatan yang dilakukan, para anggota Gapoktan menyambut baik kegiatan ini dan berperan aktif dalam diskusi serta praktek pembuatan pupuk kandang. Anggota Gapoktan juga berharap dengan adanya transfer teknologi ini akan meningkatkan pengetahuan petani agar dapat memanfaatkan limbah dan berusahatani dengan lebih baik.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Latih Pembuatan Hand Sanitizer Aroma PILATELI pada Kelompok Pengajian Al-Falah Desa Kemuning Lor- Jember

Saat ini pendemi Covid-19 mewabah di seluruh belahan dunia berdampak pada perekonomian dunia, begitu pula …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *