Home / PENDIDIKAN / Polije Dampingi Pembuatan Ekstrak Jahe Sebagai Suplemen di Era Pandemi Covid-19 di Desa Kemuning Lor Arjasa

Polije Dampingi Pembuatan Ekstrak Jahe Sebagai Suplemen di Era Pandemi Covid-19 di Desa Kemuning Lor Arjasa

Jember- Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari Rossalina Adi Wijayanti., S.KM., M,Kes. Sustin Farlinda., S.Kom, MT . dr. Novita Nuraini., M.A.R.S melaksanakan pendampingan Pembuatan Ekstrak Jahe Sebagai Suplemen di Era Pandemi Covid-19.

COVID-19 merupakan penyakit menular dimana menyerang sistem pernapasan disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. World Health Organization (WHO) secara resmi mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi. Kasus ini masih mengalami kecenderungan meningkat terus dilihat dari trend perkembangan di beberapa negara, ini juga terjadi di Indonesia. Di hari ke tiga belas bulan September, kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 3.636 jiwa.

Rossalina Adi Wijayanti menjelaskan,
Masyarakat di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember memiliki beberapa potensi lokal. Sebagai salah satu sumber daya unggulan adalah tanaman jahe yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan suplemen di era pandemi Covid-19.

“Solusi yang diajukan berupa meningkatkan keahlian dalam Pembuatan Ekstrak Jahe sebagai Suplemen di Era Pandemi Covid-19 dengan cara menjaring sasaran pengabdian yaitu ibu usia produktif yang tergabung dalam kelompok PKK,” kata Rossalina Adi Wijayanti.

Novita Nuraini menerangkan, mereka diberikan pengetahuan terkait pencegahan COVID-19 melalui suplemen alami dari produk unggulan desa yaitu jahe untuk meningkatkan imunitas keluarga, dukungan untuk pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman jahe dengan pemberian bibit jahe, demo mengenai pembuatan suplemen kreatif yang berbahan dasar jahe.

“Virus corona menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang. Jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh seseorang, sebab kandungan polifenol dan gingerol dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Pembuatan ekstrak jahe sebagai suplemen dapat divariasikan menjadi berbagai bentuk olahan produk seperti permen jahe dan susu jahe jelly,” ujar Novita Nuraini

Tim pengabdian Sustin Farlinda mengungkapkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan pendampingan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu sebagai pusat kesehatan keluarga terhadap pencegahan infeksi COVID-19 menggunakan suplemen dengan harga terjangkau dan menggunakan produk lokal unggulan Desa Kemuning Lor serta usaha meningkatkan perekonomian melalui usaha rumahan kreatif serta wawasan mengenai pemasaran dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram dan shopee.

Bagikan Ke:

Check Also

Manfaatkan Limbah Pertanian, Polije Dukung Penerapan Teknologi Pembuatan Asap Cair yang Multifungsi

– Sebagai media pengenalan jiwa ecopreneurship di Pondok Pesantren Ibnu Katsir Desa Kemuning Lor Arjasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *