Home / BERITA UTAMA / Polije Dorong Desa Agropolitan dengan Aplikasi Mobile dan Diversifikasi Olahan Jamur Tiram

Polije Dorong Desa Agropolitan dengan Aplikasi Mobile dan Diversifikasi Olahan Jamur Tiram

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM)

Jember-Politeknik Negeri Jember sentuh dua desa di Kecamatan Klakah Lumajang untuk didorong menjadi desa agropolitan berbasis jamur tiram.  Kedua desa tersebut yakni Desa Klakah dan Desa Ranu Pakis.
Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Diharapkan kedua desa tersebut menjadi rintisan kampung Industri berbasis keunggulan lokal jamur tiram.

Ketua Pelaksana PPDM Politeknik Negeri Jember, Hendra Yufit Riskiawan mengatakan, untuk mensukseskan program rintisan ini, pihaknya telah menghibahkan Mixer kapasitas 10 liter, Proofer stainless, Lemari Rak Dorong 24 rak, Nampan/Loyang stainless 10, Meja stainless, Rombong Aluminium,  kepada Kelompok Petani Jamur Tiram (KPJT) ‘Manut’ Klakah.

Bahkan setelah medapatkan hibah alat dan pelatihan, produksi olahan jamur tiram roti jamur langsung diterima masyarakat dan omzetnya mampu menembus 200 roti atau mencapai Rp. 700.000 per hari.

“Mereka (anggota kelompok) nantinya dapat melakukan diversifikasi terhadap olahan jamur tiram, sehingga produksi produk olahan jamur tiram lebih optimal dan beragam. Mereka melakukan budidaya jamur dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan hingga produksi jamur menjadi bahan olahan,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, produksi olahan jamur tiram KPJT ‘Manut’ selama ini sudah tembus 200 kg per hari. Jamur ini dijadikan bahan dasar makanan olahan diantaranya abon jamur, Stik jamur, Krupuk jamur, sate jamur, jamur crispy, bakso jamur, roti jamur dan olahan jamur lainnya guna meningkatkan nilai tambah komoditas jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Disamping itu, melalui program PPDM Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) ini juga dikembangkan pula bantuan berupa website profile KPJT Manut, aplikasi pencatatan produksi dan aplikasi point of sales pencatatan data olahan jamur tiram.

Hendra mengungkapkan, anggota KPJT Manut juga dilatih cara pengoperasian serta update konten dari website dan aplikasi-aplikasi tersebut, agar usaha yang digeluti tetap bertahan dan bisa eksis di era industri 4.0 ini.

“Ini bantuan tahun kedua. Diharapkan dalam 3 tahun KPJT ‘Manut’ bisa mandiri dan cita-cita mewujudkan kampung industri menjadi kenyataan,” katanya.

Ketua KPJT ‘Manut’ Moh. Imam Agus Syaichu mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dan dorongan Kemenristekdikti melalui Politeknik Negeri Jember yang telah memilih wilayahnya sebagai rintisan agropolitan berbasis jamur tiram.

“Bantuan peralatan yang telah diberikan kepada KPJT akan membantu peningkatan produksi jamur tiram anggotanya,” ujar Agus.

Agus menambahkan, dalam pengembangan budidaya jamur tiram di Kecamatan Klakah ini, dikelompokkan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Ada kelompok khusus menyediakan bibit, ada kelompok produksi jamur, dan ada kelompok yang khusus membuat makanan olahan berbasis jamur.

“Dengan begitu mereka saling membutuhkan dan tidak saling mematikan usahanya,” katanya.

Untuk merangsang anggota, KPJT Manut ini memberikan reward kepada anggota. Jika hasil produksi jamur mereka kurang bagus, pihaknya justru membelinya dengan harga tinggi.

“Misalnya, jamur yang bagus kita beli Rp. 10.000/kg, sedang jamur yang kwalitas jelek kita beli Rp. 11.000/kg. Selain itu, kita memberikan hadiah kepada putra-putri anggota kolompok yang berprestasi, dan memberikan bantuan Rp. 300.000 bagi anggota yang sedang sakit. Ini semua diberikan untuk memberi spirit kepada anggota untuk terus meningkatkan produksinya,” pungkasnya.

Check Also

Polije Tingkatkan Potensi Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah As-Shofa Melalui Aplikasi Duolingo

Jember – Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE) Vigo Dewangga, Michael Joko Wibowo, dan Nila Susanti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *