Home / BERITA UTAMA / Polije Dorong Pengembangan Sentra Agribisnis Bawang Putih di Probolinggo

Polije Dorong Pengembangan Sentra Agribisnis Bawang Putih di Probolinggo

Probolinggo- Akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) Edi Siswadi, Cholyubi Yusuf dan Muhammad Zayin Sukri  mendampingi Gapoktan Agro Horti Mandiri di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo dalam mendukung pengembangan sentra agribisnis bawang putih yang sangat potensial untuk dikembangkan.

“Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PKM DRPM 2019, Kami melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan terkait dengan perbenihan bawang putih dan proses-proses untuk mendapatkan sertifikasi sertifikasi benih, penerapan sistem GAP pada budidaya tanaman bawang putih, serta memberikan pelatihan terkait dengan manajemen pemasaran dan keuangan berbasis on line system dengan didukung dengan penguatan kelembagan pertanian agar terjadi peningkatan kinerja kelompok guna meningkatkan posisi tawar petani dalam mendukung sistem agribisnis pertanian” Kata Edi Siswadi, Ketua tim pengabdian di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin.

Menurutnya, sektor hortikultura merupakan salah satu sektor yang menempati posisi strategis dalam pembangunan nasional. Komoditas bawang putih pada akhir-akhir ini sedang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena nilai impor komoditas ini terbilang cukup besar.

Cholyubi Yusuf Nilai selaku anggota tim menambahkan, impor yang tinggi ini disebabkan karena peningkatan nilai konsumsi masyarakat umum terhadap komoditas ini, antara lain untuk keperluan bumbu dapur segar skala rumah tangga dan juga digunakan untuk kebutuhan industri makanan. Oleh karena itu, untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap komoditas ini pemerintah mencanangkan adanya program swasembada bawang putih pada tahun 2021 yang didukung dengan kebijakan pembangunan pertanian pada 2015-2019 mencakup kebijakan swasembada, pengembangan produk berdaya saing, serta penguatan sistem dan kelembagaan.

Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi yang luas untuk ditanami bawang putih dilihat dari peta eksisting dan potensi pengembangan bawang putih nasional.

Salah satu Gapoktan yang telah membudidayakan bawang putih adalah Gapoktan Agro Horti Mandiri yang berasal dari Desa Wonokerta di lereng Gunung Bromo dengan ketinggian tempat ± 1.350 m dpl dengan jumlah anggota 71 orang petani.

Muhammad Zayin Sukri  menambahkan, penerapan sistem sentra agribisnis yang telah berjalan pada kawasan ini masih belum optimal berdasarkan survey pendahuluan antara lain, disebabkan karena rendahnya pengetahuan para petani terkait dengan bibit yang berkualitas dan proses pembenihan bawang putih sehingga kebutuhan benih masih bergantung dari pasokan dari luar dengan kualitas yang rendah, selain itu pelum diterapkannya sistem GAP dan GHP sehingga hasil produksi masi belum optimal dari kualitas dan kuantitas dengan didukung rendahanya pengetahuan masyarakat terkait dengan manajemen pemasaran bawang putih.

Oleh karena itu, adanya kegiatan pendampingan diharapkan akan dapat membantu dalam pengembangan sentra agribisnis baru di Probolinggo yang mandiri dalam sistem perbenihan dengan kualitas produksi optimal yang didukung oleh kelembagaan petani yang kuat dan sistem manajemen pemasaran yang baik sehingga akan mampu mendukung program Pemerintah terkait dengan Swasembada Bawang Putih secara Nasional pada tahun 2021.

Sementara itu, Muji Waluyo selaku ketua Gapoktan Agro Horti Mandiri mengungkapkan, bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan sentra agribisnis baru bawang putih yang selama ini berjalan masih belum optimal, padahal sangat potensial untuk dapat dikembangkan.

“Hal tersebut menjadikan para petani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pendampingan ini dan berharap agar kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Check Also

Polije Kembangkan Teknologi Kompos Limbah Ternak di Jember

Jember-Permasalahan yang dialami oleh kelompok ternak UD Gumukmas Multifarm Jember adalah banyaknya limbah kotoran domba …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *