Home / PENDIDIKAN / Polije Gandeng KIR, untuk Indonesia Menuju The Digital Energy of Asia 2020

Polije Gandeng KIR, untuk Indonesia Menuju The Digital Energy of Asia 2020

Jember- Kelompok Ilmiah Remaja adalah salah satu ekstrakulikuler yang dikembangkan di tingkat SMA sebagai wadah pengembangan kreatifitas siswa dibidang penelitian. Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) dengan anggota Trismayanti Dwi Puspitasari S.Kom, MSc, Nanik Anita Mukhlisoh SST, MT dan Bety Etikasari, SPd, MPd serta perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, telah melaksanakan pengabdian masyarakat untuk siswa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMAN 1 Jember pada 8 September dan 6 Oktober 2017, sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Pengabdian dengan tema pengenalan startup digital diberikan kepada siswa KIR SMA, sebagai generasi muda aset pembangunan bangsa, pemuda kreatif dan berteknologi di era yang serba digital.

Presiden Republik Indonesia Jokowi menyatakan bahwa, target Indonesia di tahun 2020 adalah mewujudkan Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang diprakarsai oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Menurut Nanik, banyak permasalahan dari berbagai bidang yang terjadi saat ini, terutama yang berkaitan dengan efisiensi tenaga, waktu, biaya, dan ruang dapat disolusikan dengan teknologi digital.

Dosen yang menekuni bidang Teknologi Informasi ini mengungkapkan, pengenalan pemanfaatan teknologi kepada siswa KIR SMA dirasa penting untuk menumbuhkan pemikiran solutif kreatif siswa terhadap masalah yang terjadi dilingkungan sekitar, apalagi mereka termasuk salah satu pengguna aktif gadget di era ini.

Trismayanti juga berpendapat, penting untuk menumbuhkan pemikiran solutif kreatif di era digital bagi siswa KIR SMA, karena memang mereka dituntut untuk selalu berprestasi dan berkarya dalam penulisan karya ilmiah.

“Siswa KIR diarahkan untuk berfikir solutif digital terhadap permasalahan yang terjadi dilingkungan belajar mereka sendiri sebagai langkah awal untuk mewujudkan potensi ide-ide mereka,” tambahnya.

Selanjutnya, ide-ide itu dituangkan dalam bentuk mockup aplikasi dan dilombakan antar kelompok siswa KIR.

Seperti yang diungkapkan Bety, saat proses penilaian, siswa KIR SMAN 1 Jember mampu untuk mencetuskan ide kreatif mereka dalam bentuk mockup aplikasi dengan baik dan rinci. Berbagai ide kreatif yang telah mereka cetuskan dalam startup digital adalah kursus online, game kuis online, info olimpiade, e-learning sampai bidang kesehatan dokter online serta bidang pemerintahan menyalurkan keluhan masyarakat. Pemenang mock up terbaik dengan tema “Go-Blog” yang merupakan aplikasi game kuis online dengan sistem poin “GOBS” yang dapat ditukarkan hadiah mendapatkan nilai tertinggi dan menurut tim dosen penilai, ide Go-Blog sudah layak apabila akan dikembangkan menjadi sebuah aplikasi berbasis website maupun android, sehingga dapat dilombakan dalam berbagai event Startup Digital.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Polije siap membantu siswa tingkat SMA untuk berani berkarya dengan ide startup digital, sesuai dengan visi Polije untuk menjadi Politeknik terkemuka tingkat Asia pada tahun 2025, menjadi penyumbang generasi muda berteknologi untuk Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. (red)

Check Also

Roadshow Honda DBL 2019, MPM Sosialisasi Kampanye Keselamatan Berkendara

Surabaya- Dalam rangka terus menguatkan aspek-aspek positif pada generasi muda sehingga menjadi generasi yang berkarakter, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *