Home / PENDIDIKAN / Polije Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Penganekaragaman Produk Turunan Buah Naga

Polije Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Penganekaragaman Produk Turunan Buah Naga

Desa Kemuning Lor adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Salah satu desa penghasil buah naga terbesar di Kabupaten Jember, potensi produksi buah naga ini sangat tinggi karena setiap kali panen dalam satu pohon rata-rata menghasilkan 10-15 Kg, dengan lahan seluas 1 hektar dapat menghasilkan buah naga sampai dengan 3-5 ton.

Desa Kemuning Lor sendiri jika pada musim raya buah naga yakni antara bulan Desember sampai dengan april dapat memanen buah naga sampai dengan 20 ton per bulannya sehingga dapat memenuhi permintaan di Lokal Kabupaten Jember maupun di luar wilayah.

Pada saat wabah COVID-19 seperti ini, para petani sangat sulit sekali menjual hasil panen buah naganya. Hasil observasi awal dilapangan terhadap para petani seperti Miftahul Machfud, selaku petani buah naga yang memiliki lebih dari 1000 pohon buah naga di Desa Kemuning Lor sangat merasakan dampak langsung dari wabah COVID-19, permasalahan utamanya adalah permintaan yang sangat menurun drastis, biasanya per bulan dapat menjual hampir seluruh panen buah segarnya (± 1-1,5 ton) saat ini hanya mampu menjual 300-500 kg saja sehingga sisa buah yang tidak terjual dibuang karena sudah mulai membusuk.

Hal ini sangat memukul kondisi perekonomian Machfud dan petani lainnya, sehingga dibutuhkan strategi lain untuk dapat menjual buah naganya, tentunya ini juga memerlukan sumberdaya dan bantuan pelatihan langsung dari para tenaga ahlinya, Politeknik Negeri Jember sebagai kampus Vokasi terdepan, terjun langsung ke lapangan untuk membantu para petani buah naga ini.

Tim pengabdian kepada masyarakat yang dikirimkan POLIJE terdiri dari Ratih Puspitorini Yekti A, SE. MM sebagai Ketua, Ratih Dyah Kusuma Wardani, S.ST., M.M dan Paramita Andini, S.ST., M.ST, sebagai anggotanya dan dibantu oleh beberapa mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Agroindustri Jurusan Manajemen Agribisnis.

“Ide ini berawal dari adanya pandemic covid-19, hasil panen buah naga yang melimpah tidak terserap pasar oleh karena terhentinya permintaan dari para pengepul besar, kemudian kami berfikir alangkah baiknya jika buah naga ini dibuat olahannya sehingga meningkatkan nilai tambah dan umurnya lebih lama, juga memudahkan para pembeli dalam mengonsumsinya.” terang Ratih Puspitorini Yekti disela pelatihan.

Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas wajib dosen yaitu Tri Dharma perguruan tinggi yang antara lain Pendidikan, penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengadakan pelatihan ini adalah sesuai dengan kompetensi kami, saya sendiri adalah dosen yang ahli dibidang manajemen dan Ibu Ratih adalah dosen yang memiliki keahlian di bidang Akuntansi, sedangkan Bu Mitha ahli dibidang pengolahan. Oleh karena itu kami mengambil tema olahan buah naga ini,” ujar Ratih menambahkan.

Paramita Andini juga menerangkan, kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari Pemilik dan Ibu-ibu PKK di desa kemuning lor ini. “Hal ini terbukti dari banyaknya antusiasme peserta yang tinggi dan sangat serius dalam mendengarkan sampai dengan mempraktekkan sendiri bagaimana cara mengolah buah naga,” tutur Mitha.

Sementara itu Mahfud mengungkapkan, Ia senang dan antusias sekali dengan acara ini.
“Jadi sekarang kami bisa memiliki alternatif usaha dengan tidak hanya menjual produk primer saja namun ada olahannya juga, dengan begitu tidak akan buah yang terbuang karena busuk tidak ada yang membeli,” kata Mahfud.

Pada akhirnya, hasil yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang sudah sekian lama tidak dapat dipecahkan oleh petani buah naga di desa Kemuning lor dan juga ramah lingkungan serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani buah naga di wilayah Jember khususnya di desa Kemuning lor.

Bagikan Ke:

Check Also

Manfaatkan Media Gamifikasi Online, Polije Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris

Situasi pandemi COVID-19 telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan kita. Hal yang paling mencolok adalah pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *