Home / PENDIDIKAN / Polije Gelar Pelatihan Teknik Pengolahan Limbah dan Seleksi Bakalan Domba pada Masyarakat Peternak Desa Kemuning Lor Jember

Polije Gelar Pelatihan Teknik Pengolahan Limbah dan Seleksi Bakalan Domba pada Masyarakat Peternak Desa Kemuning Lor Jember

Kegiatan pengabdian di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa ini melibatkan tim dari Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari Ir. Achmad Marzuki, M.P, Erfan Kustiawan, S.Pt. M.P dan Freddy Eka A.P, S.T. M.ST, kemudian perangkat desa, dan peternak domba. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan/demonstrasi. Kegiatan Penyuluhan dilakukan supaya peternak memiliki pemahaman mengenai ipteks terkait pengolahan limbah dan seleksi ternak menggunakan pendekatan penyuluhan dan musyawarah dengan khalayak peternak. Materi penyuluhan adalah pengolahan limbah, jenis bangsa domba dan seleksi bakalan domba yang terukur.

Achmad Marzuki menjelaskan, kegiatan pelatihan/demosntrasi dilakukan untuk memberi contoh menggunakan alat peraga supaya peternak memiliki gambaran nyata sebelum peternak mengaplikasikan sendiri.

“Pelatihan pertama bertujuan untuk meingkatkan keterampilan peternak dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik, dimulai dari persiapan alat dan bahan, proses pengolahan fermentasinya, dan finishing produknya. Pelatihan ke-dua adalah penggunaan mistar seleksi yang dilengkapi dengan satuan tinggi badan dan pendugaan bobot badan. Peternak dilatih untuk memilih bakalan domba yang masuk kriteria untuk dilakukan program pembesaran atau penggemukan,” ujar Achmad Marzuki.

Erfan Kustiawan menerangkan, hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat memberikan cara penanganan limbah kotoran domba untuk menjadi pupuk organic padat (POP) yang berguna sebagai sumber hara, mengurangi sumber bau yang mengganggu lingkungan sekitar pemeliharaan dan menjadikan tambahan pendapatan peternak, mengingat pupuk organik memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dibandingkan dengan feses domba dalam bentuk kering. Dalam proses pembuatan pupuk organik, pihak mitra diperkenalkan dengan biodekomposer yang digunakan dalam pengolahan pupuk organik. Biodekomposer sangat penting digunakan karena akan mempercepat proses pengomposan feses domba. Pengolahan pupuk organik padat (POP) berbasis feses domba ditambah dengan biodekomposer, dedak kasar dan kapur bubuk.

“Proses pengomposan pada pengolahan pupuk organik dalam kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 30 hari,” kata Erfan Kustiawan.

Menurut Freddy Eka, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini juga memberikan pengetahuan pada pihak mitra tentang prosedur seleksi bakalan domba yang akan digunakan dalam program pembesaran atau penggemukan. Pemilihan (seleksi) bakalan domba bertujuan untuk memperoleh bakalan yang memiliki laju pertumbuhan yang tinggi.

“Pemilihan bakalan domba dapat dilakukan dengan aplikasi pengukuran yang tepat menggunakan mistar ukur yang dilengkapi dengan pendugaan bobot badan domba,” pungkas Freddy Eka.

Hasil pengukuran menunjukkan kisaran tinggi badan minimal yang harus digunakan dalam memilih bakalan domba yang baik adalah 47 cm – 55 cm dengan kisaran bobot badan 19 kg – 21 kg.

Bagikan Ke:

Check Also

Dosen Polije Kembangkan Aplikasi Berbasis Andorid Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Jember- Di era pandemic covid-19, kegiatan posyandu untuk pemantauan tumbuh kembang anak di Kabupaten Jember …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *