Home / PENDIDIKAN / Polije Gelar PKM Penangkar Burung Jalak Suren dengan Inovasi Sistem Koloni dan Inkubator Khusus

Polije Gelar PKM Penangkar Burung Jalak Suren dengan Inovasi Sistem Koloni dan Inkubator Khusus

Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) yakni Taufik Hidayat, Retno Sari Mahanani, Nurkholis melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Penangkar Burung Jalak Suren (Sturnus Contra) dengan Inovasi Sistem Koloni Dan Inkubator Khusus dilakukan pada salah satu penangkar burung di Kecamatan Arjasa Jember. Selama ini dalam melakukan penangkaran jalak Suren menggunakan sangkar gantung untuk proses penangkarannya.

Taufik Hidayat menjelaskan, permasalahan lain yang dihadapi mitra antara lain, produksi telur dan anak jalak suren belum sepenuhnya stabil. Kandang penangkaran belum sepenuhnya ideal untuk tempat kawin dan memproduksi telur jalak suren.

“Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini, adalah mengimplementasikan setiap tahapan manajemen usaha dan pemasaran, teknik penangkaran burung jalak suren, serta hal-hal lain yang menunjang keberhasilan. Kedua, menyediakan indukan jalak suren yang bagus dan berkualitas. Ketiga membuat dan menerapkan kandang penangkaran jalak suren Sistem Koloni yang sesuai dengan karakternya di alam dan Keempat, membuat dan menerapkan inkubator Khusus yang dapat untuk menetaskan telur jalak suren,” ujar Taufik.

Retno Sari Mahanani menerangkan,
luaran yang ditargetkan dalam kegiatan ini, adalah mitra dapat memiliki kompetensi teknis yang mampu mengimplementasikan setiap tahapan dalam menerapkembangkan manajemen usaha dan teknik penangkaran burung jalak suren, serta hal-hal lain yang menunjang keberhasilan usaha penangkarannya. Kemudian membuat dan menerapkan kandang penangkaran jalak suren Sistem Koloni yang memiliki daya dukung alami dan habitat mikro yang sesuai dengan karakternya di alam.

“Juga membuat dan menerapkan inkubator Khusus yang dapat untuk menetaskan telur jalak suren, serta mitra kegiatan PKM memiliki kompetensi manajerial (pengetahuan dan keterampilan) dalam manajemen usaha dan pemasaran,” kata Retno Sari Mahanani.

Nurkholis mengungkapkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan PKM ini antara lain, memberikan Bimbingan yang dilakukan dengan cara tutorial dan diskusi instensif tentang produksi usaha penangkarannya, seperti pengenalan karakter burung jalak suren, teknik penjodohan, jumlah dan ragam pakan alami dan buatan yang diberikan, waktu pemberian pakan, serta perlakuan-perlakuan lain yang dibutuhkan hingga indukan dapat berproduksi.

“Juga memberikan bimbingan penyuluhan dan pelatihan secara intensif tentang cara membuat dan menerapkan kandang penangkaran Sistem Koloni jalak suren,” pungkas Nurkholis.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Gelar Pelatihan Manajerial, Pemasaran dan Pembuatan Masker Kain, Solusi Terhadap Tingginya Harga Masker

Jember – Kasus COVID-19 di Indonesia yang meningkat setiap hari, tak terkecuali di Kabupaten Jember …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *