Home / BERITA UTAMA / Polije Kembangkan Industri Kecil Roti

Polije Kembangkan Industri Kecil Roti

Jember- Usaha roti mempunyai prospek yang cerah di Indonesia, khususnya di kota Jember karena roti merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, banyak disukai oleh kalangan anak-anak sampai kalangan orang dewasa, bahkan banyak orang mengganti sebagian makanan pokok dengan mengkonsumsi roti sehingga kebutuhannya semakin lama semakin meningkat.

Industri kecil mitra UD Sarila yang terletak di Dusun Gebang, Jember, bergerak dalam usaha pembuatan roti. Industri kecil ini mulai berkembang karena permintaan pesana semakin meningkat. Peningkatan produksi ini masih terkandala pada teknologi mesin pencampur adonan yang masih tergantung teknologi import yang harganya mahal dan perawatannya lebih sulit.

Penanggungjawab kegiatan ini Ir. Anang Supriadi Saleh, MP menjelaskan, Politeknik Negeri Jember melalui Program Kemitraan Masyarakat dari Kemenristekdikti melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlangsungan produksi roti di UD. Sarila dengan menerapkan teknologi lokal pencampur adonan roti yang lebih murah dan perawatannya lebih mudah serta suku cadang mudah diperoleh di pasaran. Selain itu juga dilakukan kegiatan pelatihan manajemen agar kegiatan di UD. Sarila lebih teratur dan terstruktur.

“Supaya kegiatan ini dapat diterima dan bermanfaat baik bagi mitra pengguna, maka pendekatan dan langkah yang akan diterapkan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dampak keseluruhan dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian masyarakat, yakni masyarakat yang mampu memecahkan masalah mereka sendiri,” ujar Anang Supriadi Saleh.

Anang menerangkan, berdasarkan konsep pemberdayaan masyarakat tersebuti, tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut, Koordinasi dan persiapan kegiatan oleh pelaksana kegiatan Sosialisasi kegiatan kepada industri kecil roti.

Penyusunan rencana kerja antara pelaksana dan UD. Sarila. Pembuatan mesin pembuat adonan roti. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin yang didifusikan.

Selanjutnya pelatihan pembuatan adonan roti dengan menggunakan alat yang didifusikan. Pelatihan manajemen administrasi dan organisasi. Monitoring dan evaluasi kegiatan dan Laporan publikasi ilmiah dan media massa.

“Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan produksi roti di UD. Sarila sebesar duali lipat dari semula, bila diperlukan peningkatan produksi yang lebih besar dapat menambah unit mesin pengaduk adonan roti,” kata Anang.

Pembentukan adonan memerlukan waktu 10 menit untuk bahan baku 4 kg, sehingga lebih cepat dari pada penggunaan mesin mixer import yang membutuhkan waktu 15 menit.

“Tekstur roti yang dihasilkan lebih lembut, karena pengadukan adonan yang lebih seragam dan homogen, selain dipengaruhi jenis bahan. Terbentuk struktur organisasi yang lebih jelas dan kegiatan administrasi lebih teratur. Kegiatan pembukuan dilakukan mulai dokumen iventarisasi peralatan, dokumen bahan, dokumen tenaga kerja, dokumen hasil produksi, dokumen pesanan, dan dokumen pengiriman produk,” pungkas Anang.

Check Also

Polije Tingkatkan Potensi Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah As-Shofa Melalui Aplikasi Duolingo

Jember – Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE) Vigo Dewangga, Michael Joko Wibowo, dan Nila Susanti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *