Home / PENDIDIKAN / Polije Kembangkan Potensi Usaha Kompos di Desa Slawu Patrang

Polije Kembangkan Potensi Usaha Kompos di Desa Slawu Patrang

Jember- Kompos merupakan hasil pengomposan limbah padat, dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah. Salah satu aktivitas perkonomian dalam menunjang pendapatan keluarga adalah beternak kambing.  Pada saat ini, di  Desa Slawu  terdapat 62 KK yang memiliki usaha beternak kambing dengan kisaran 5-20 ekor per KK.  Kambing yang diusahakan ada yang milik sendiri atau milik orang lain dengan sistem pembagian keuntungan tertentu.

Hasil pengamatan Tim Pengabdian Polije di lapangan, terdapat potensi sumber pendapatan baru yang belum dilakukan oleh peternak kambing Desa Slawu ini.  Potensi tersebut adalah kotoran ternak/limbah padat berupa campuran kotoran ternak dan sisa pakan.  Demikian disampaikan Penanggungjawab Pelatihan Manajemen & Pengemasan Kompos Ir Anang Supriadi Saleh, MP.

“Selama ini limbah padat ini dibuang begitu saja di sekitar lahan kosong.  Walaupun ada beberapa peternak yang secara kebetulan, limbah padat tersebut langsung dibeli orang dengan waktu yang tidak tentu. Jumlah limbah yang dihasilkan dalam kisaran 5-20 ekor ternak kambing, dapat diperoleh 150-600 kg per bulan dengan harga Rp.1000 per kg , maka tambahan pendapatan dari usaha ini adalah antara Rp. 150 000600.000 per bulan,” ujar Anang Supriadi Saleh.

Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya dan lingungan secara keseluruhan atau penurunan tingkat pencemaran lingkungan.

Pengemasan dan Manajemen Pemasaran Kompos Di Kelompok Peternak Kambing Desa Slawu Patrang Jember memegang peranan penting untuk pengembangan wirausaha kompos, khususnya untuk mendukung kegiatan pemasaran. Selama ini  yang membeli kompos dilayani seadanya dimana pembeli membawa tempat atau karung sendiri, bahkan ada yang membawa pickup.

“Untuk meningkatkan pelayanan dan pemasaran yang lebih meluas maka perlu pelatihan pengemasan agar kompos yang dijual lebih menarik bagi konsumen, lebih mudah pengangkutannya, lebih bersih, dan lebih efisien, dengan harapan permintaan lebih banyak dan pemasarannya lebih meluas,” kata Anang.

Sementara itu Penanggung jawab Pelatihan Pembuatan Kompos Ir Yana Suryana, MT menerangkan, kegiatan manajemen pada kelompok tani ini masih belum teratur, baik dari segi administrasi maupun organisasinya, sehingga juga perlu wawasan dan pelatihan manajemen yang baik untuk pengembangan wirausaha kompos pada kelompok tani ini.

Yana menambahkan, target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah merancang bangun unit pengemas kompos  berbahan baku limbah padat ternak kambing. Selain itu peternak kambing mampu memasarkan  kompos limbah padat ternak kambing luaran.

Yana berharap, pada kegiatan ini terwujud unit pengemas kompos  berbahan baku limbah padat ternak kambing dan terwujudnya peternak kambing yang mampu melakukan pengemasan kompos bebahan baku limbah padat ternak kambing.

Selain itu, agar kegiatan ini dapat diterima dan bermanfaat baik bagi mitra pengguna, maka pendekatan dan langkah yang akan diterapkan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dampak keseluruhan dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian masyarakat, yakni masyarakat yang mampu memecahkan masalah mereka sendiri.

Kegiatan yang dilakukan dosen Polije pada pengabdian ini antara lain, pertama adalah Pelatihan Manajemen dengan pemberian materi tentang perencanaan bisnis, produksi dan pemasaran pengembangan konsep bisnis (business concept). Kedua, Pelatihan Pengemasan desain produk yakni Desain pengemasan menyiapkan alat bahan sablon pelatihan sablon kemasan plastik.(red)

Check Also

Roadshow Honda DBL 2019, MPM Sosialisasi Kampanye Keselamatan Berkendara

Surabaya- Dalam rangka terus menguatkan aspek-aspek positif pada generasi muda sehingga menjadi generasi yang berkarakter, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *