Home / BERITA UTAMA / Polije Kembangkan Sentra Beras Organik di Singojuruh Banyuwangi

Polije Kembangkan Sentra Beras Organik di Singojuruh Banyuwangi

Pelatihan pengembangan beras organik Polije di Banyuwangi

Jember- Tim pengabdian Politeknik Negeri Jember menggelar pelatihan pertanian organik di Desa Sumberbaru Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.

Ketua pelaksana kegiatan, Zayin Sukri menjelaskan pertanian secara organik harus terus digalakkan dan dikembangkan karena akan berujung pada budidaya yang efisien dan untuk kesempatan kali ini kegiatan dalam rangka pengembangan sentra beras organik dilakukan di desa Sumberbaru.

Tim dari Politeknik Negeri Jember yang terdiri atas Ir. M. Zayin Sukri, MP., Surateno, S.Kom.,M.Kom., Vega Kartika Sari, SP., M.Sc juga mengikutsertakan beberapa mahasiswa D3 Jurusan Produksi Pertanian Polije bekerjasama dengan P4S Sirtanio dan kelompok tani Mendo Sampurno.

Anggota tim Surateno menambahkan, Kegiatan ini mendukung program Pemerintah Daerah.

“Seperti diketahui bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu penghasil beras organik di Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan sebanyak 200 hektar sawah sudah tersertifikasi organik pada tahun 2020, ” ujarnya.

Sementara itu penanggung jawab P4S Sirtanio Saman Hudi mengungkapkan, Dipilihnya Kecamatan Singojuruh karena sektor pertanian menjadi sumber mata pencaharian utama dan lebih dari 50 persen penduduknya bekerja sebagai petani.

“Sehingga pelatihan organik ini bisa dikatakan tepat sasaran,” kata Saman Hudi.

Anggota Tim Polije Vega Kartika menerangkan, beras organik dibandingkan beras biasa memiliki keunggulan yaitu relatif tidak cepat basi dan lebih pulen.

“Ini didukung pula meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat, sehingga produksi beras organik harus terus dikembangkan,” ujar Vega Kartika.

Pendanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berasal dari Program Pengembangan Desa Mitra dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristek Dikti.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sejauh ini antara lain penyampaian materi pelatihan pembuatan pupuk kompos, MOL, PGPR, POC, pestisida nabati dan agen hayati, serta melakukan percontohan atau demplot seluas 1 hektar.

Sosialisasi dilakukan tidak hanya untuk anggota kelompok tani yang sudah terbina namun juga calon anggota baru dalam budidaya padi secara organik ini. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik diikuti anggota P4S Sirtanio dan kelompok tani Mendo Sampurno masing-masing sekitar 20 peserta.

“Tidak hanya seputar pelatihan pembuatan pupuk organik yang diberikan, namun hingga pendampingan proses sertifikasi. Rencana kegiatan selanjutnya antara lain membantu petani terbina dalam proses Sertifikasi Organik ke LSO Seloliman dan pelatihan pemasaran berbasis IT,” pungkas Zayin Sukri yang telah cukup lama menekuni bidang Pertanian Organik. (ve/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

MPM Honda Jatim Ajak Komunitas Napak Tilas Honda Bikers Day

Surabaya, PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *