Home / PENDIDIKAN / Polije Kembangkan Sistem Peringatan Digital Perlintasan KA

Polije Kembangkan Sistem Peringatan Digital Perlintasan KA

Jember- Perlintasan sebidang atau yang biasa disebut perlintasan kereta api adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Di Jawa Timur tercatat terdapat 1400 perlintasan sebidang dengan rincian 880 tidak berpintu pintu, 170 tanpa pintu tetapi terpasang early warning system (EWS), 350 sudah berpintu.

Perlintasan sebidang tidak berpintu sangat berpotensi terjadinya kecelakaan yang melibatkan sarana transportasi kereta api ini. Seperti dikutip informasi dari DAOP VIII Surabaya, pada tahun 2013 hingga awal tahun 2017 terjadi 105 kecelakaan yang terjadi diperlintasan sebidang di DAOP VIII baik yang berpintu maupun tidak berpintu. Di DAOP IX Jember terdapat 378 perlintasan sebidang yang terdiri dari 102 terjaga dan 276 tidak terjaga. Dan di tahun 2016 terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang tercatat 32 kejadian laka. Hal tersebut diungkapkan Ketua pelaksana Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije), Fendik Purnomo, MT

Fendik Purnomo menguraikan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan, setidaknya di tiap perlintasan sebidang terpasang 4 rambu, yaitu rambu pemberitahuan ada rel kereta api, jumlah jalur satu atau dua, rambu kejut, dan rambu henti. Hal ini masih dianggap belum sepenuhnya memberi keamanan saat melintas, karena selama ini kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang selalu disimpulkan penyebabnya adalah “human error”.

Menurut Fendik Purnomo, salah satu cara untuk mengurangi resiko kecelakaan saat melintas di perlintasan sebidang adalah membuat sistem informasi peringatan dini pada perlintasan sebidang sehingga pengguna perlintasan sebidang yang akan menyeberang rel kereta api dapat mengetahui kedatangan kereta pada perlintasan sebidang tersebut.

Tim Pengabdian Polije bekerja sama dengan warga RW 20 Desa Patrang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, membuat sebuah sistem peringatan digital yang dipasang di perlintasan sebidang yang merupakan akses masuk utama menuju kawasan perumahan di RW 20 Desa Patrang.

Alat sistem peringatan dini pada perlintasan sebidang di wilayah RW 20 memanfaatkan jadwal kereta berdasarkan informasi dari petugas penjaga perlintasan sebidang dengan menampilkan jadwal kedatangan kereta api pada moving sign yang bertujan sebagai early warning system, yang bertujan mengingatkan pengguna perlintasan sebidang untuk waspada akan kedatangan kereta api melintas.

Ini merupakan salah satu bentuk dari kegiatan Pengabdian pada masyarakat di kelurahan Patrang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, tepatnya di wilayah RW 20.

Fendik Purnomo, MT mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen Polije dalam melaksanakan amanat Direktur Politeknik Negeri Jember Dr Ir Nanang Dwi Wahyono, MM untuk memberikan daya guna yang seluas-luasnya kepada masyarakat, sekaligus sebagai salah satu bentuk tugas dosen dalam mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang merupakan agenda tahunan LP3M yang dikepalai Dr Ir Budi Hariono, MSi.

“Dengan adanya sistem peringatan digital ini, diharapkan resiko kecelakaan Kereta Api dapat semakin diminimalisir. Kedepan, kita akan coba kembangkan sistem peringatan ini dengan menambahkan sensor nirkabel sehingga kedatangan kereta api dapat dideteksi secara otomatis,” ungkap Fendik. (red)

Check Also

Roadshow Honda DBL 2019, MPM Sosialisasi Kampanye Keselamatan Berkendara

Surabaya- Dalam rangka terus menguatkan aspek-aspek positif pada generasi muda sehingga menjadi generasi yang berkarakter, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *