Home / BERITA UTAMA / Polije Kembangkan Teknologi Kompos Limbah Ternak di Jember

Polije Kembangkan Teknologi Kompos Limbah Ternak di Jember

Jember-Permasalahan yang dialami oleh kelompok ternak UD Gumukmas Multifarm Jember adalah banyaknya limbah kotoran domba yang dihasilkan dan belum dilakukan pengolahan maupun pemanfaatannya, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan seperti bau menyengat, gas amoniak, berkembangbiaknya bakteri dan jamur.

Dampak yang ditimbulkan oleh limbah ternak adalah pencemaran karena gas metan(CH4) menyebabkan bau yang tidak enak bagi lingkungan sekitar. Gas metan ini adalah salah satu gas yang dapat meningkatkan pemanasan global. Sedangan kotoran dan urine dari hewan dapat menjadi sarana penularan penyakit, misalnya penyakit anthrax melalui kulit manusia yang terluka atau tergores dengan spora anthrax dapat tersebar melalui darah.

Politeknik Negeri Jember melalui Program Kemitraan Masyarakat dari Kemenristekdikti melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Penanggungjawab kegiatan Dr Hariadi Subagja,SPt MP menjelaskan, solusi dalam mengatasi limbahan kotoran domba di UD Gumukmas Multifarm Jember dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu Pertama penerapan teknologi EM4 terkait pengolahan limbah kotoran domba menjadi kompos pupuk organik yaitu peningkatan kualitas pupuk dan peningkatan nilai tambah kotoran domba sehingga pupuk kandang selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.

Kotoran ternak dapat juga dicampur dengan EM4 untuk mempercepat proses pengomposan serta untuk meningkatkan kualitas kompos tersebut, hasil fementasi dengan EM4 maka kotoran domba tidak hanya menghasilkan kotoran yang bisa di jadikan pupuk yang lebih bersih, tetapi kotorannya tidak menarik serangga atau merusak tanaman, selain itu juga kotorandomba hampir tidak berbau. Metode pelaksanaan yang terbagi menjadi tahap persiapan, tahap observasi lapang, tahap penyuluhan, tahap pelatihan serta evaluasi hasil pelatihan dan evaluasi kegiatan,” ujar Dr Hariadi Subagja,SPt MP.

Hariadi Subagja menjelaskan, supaya kegiatan ini dapat diterima dan bermanfaat baik bagi mitra pengguna, maka pendekatan dan langkah yang akan diterapkan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dampak keseluruhan dari kegiatan ini adalah terwujudnya kemandirian masyarakat, yakni masyarakat yang mampu memecahkan masalah mereka sendiri.

Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya produksi pupuk kompos UD. Gumukmas Multifarm. Penerapan mesin penghalus kotoran hewan, penerapan teknologi EM4 untuk pembuatan kompos, dan perbaikan manajemen. Kegiatan pengabdian ini berdampak positip untuk mitra karena meningkatkan nilai tambah pendapatan, lingkungan kandang lebih bersih dan tidak tercemar bau dan penyakit,” kata Hariadi.

EM4 berfungsi untuk mempercepat proses pengomposan serta untuk meningkatkan kualitas kompos tersebut, hasil fementasi dengan EM4 maka kotoran domba tidak hanya menghasilkan kotoran yang bisa di jadikan pupuk yang lebih bersih, tetapi kotorannya tidak menarik serangga atau merusak tanaman.

“Selain itu juga kotoran domba hampir tidak berbau. Perlu diperbanyak sosialisasi hasil kegiatan pengabdian ini agar masyarakat dan peternakan rakyat ternak domba dan kambing dapat aplikasi pembuatan pupuk organic dengan teknologi EM4,” pungkas Hariadi.

Check Also

Polije Tingkatkan Potensi Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah As-Shofa Melalui Aplikasi Duolingo

Jember – Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE) Vigo Dewangga, Michael Joko Wibowo, dan Nila Susanti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *