Home / BERITA UTAMA / Polije Kenalkan Teknologi Full Trap Kepada Kelompok Tani di Ledokombo Jember

Polije Kenalkan Teknologi Full Trap Kepada Kelompok Tani di Ledokombo Jember

Praktek pengemasan beras di Poktan Suren Jaya 2 Ledokombo

Jember- Kebutuhan beras tiap tahun mengalami peningkatan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan beras di pasar. Kendala dalam usaha budidaya padi nasional, tidak hanya pada aspek produksi dan luasan lahan, tetapi juga pada aspek pasca panen padi terutama penyimpanan. Penyimpanan merupakan salah satu tahap penting karena padi dapat mengalami proses penurunan kualitas dan kuantitas.

Tim dari Politeknik Negeri Jember, Iqbal Erdiansyah, SP., MP dan Financia Mayasari, SE., MM, mengikutsertakan pula mahasiswa D4 Jurusan Produksi Pertanian menggandeng Kelompok tani selaku mitra di daerah Ledokombo yakni Suren Jaya 2 dan Tani Jaya Abadi.

Ketua Tim pengabdian Polije, Iqbal Erdiansyah menerangkan, pendampingan mengenai penanganan pasca panen padi perlu dilakukan.

“Hal ini dalam upaya untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas padi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pendapatan petani,” ujarnya.

Pendanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bersumber dari Program Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristek Dikti.

Pemasangan salah satu full trap untuk hama kutu

Anggota tim Polije, Financia Mayasari menambahkan, Kegiatan ini telah berlangsung selama 4 bulan terakhir dan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan sanitasi gudang, pemasangan full trap, hingga penyuluhan pengemasan beras.

“Sanitasi gudang penting dilakukan untuk mengurangi populasi hama gudang. Hal tersebut dikarenakan kondisi gudang yang lembab dan kebersihan yang kurang dapat mendukung perkembangbiakan hama gudang,” kata Financia Mayasari.

Kondisi gudang setelah sanitasi dan pemasangan full trap

Terkait penanganan hama gudang, Iqbal mengungkapkan, pihaknya mengenalkan beberapa macam full trap atau jebakan untuk hama gudang.

“Hasilnya menunjukkan banyak hama kutu gudang Tribolium sp. dan Rizoperta sp. dan tikus gudang atau Ratus ratus duardi yang terjebak pada alat-alat yang telah tim siapkan sebelumnya,” terang Iqbal.

Financia berharap, dari terlaksananya program ini, mampu meningkatkan kemampuan mitra dalam melakukan pasca panen yang tepat.

“Sehingga dapat menambah nilai jual dan berujung pada penambahan pendapatan mitra,” pungkas Financia, staf pengajar manajemen agribisnis. (ve/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Hari Pertama Kerja, Plt Bupati – DPRD Sepakat Laksanakan Rekomendasi Mendagri

Jember- Plt Bupati Muqit Arif pada hari pertama menjalankan tugasnya dengan didampingi sekkab Mirfano, Senin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *