Home / PENDIDIKAN / Polije Latih Pembuatan Hand Sanitizer Aroma PILATELI pada Kelompok Pengajian Al-Falah Desa Kemuning Lor- Jember

Polije Latih Pembuatan Hand Sanitizer Aroma PILATELI pada Kelompok Pengajian Al-Falah Desa Kemuning Lor- Jember

Saat ini pendemi Covid-19 mewabah di seluruh belahan dunia berdampak pada perekonomian dunia, begitu pula Indonesia. Wilayah Jawa Timur tercatat sebagai wilayah terbanyak ketiga kasus terjadinya Covid-19. Pemerintah Kabupaten Jember mencatat terdapat 11 kasus Covid-19 sampai tanggal 04 Mei 2020.

Permasalahannya kurangnya pengetahuan akan bahanyanya virus Covid-19 bagi kesehatan. Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan demi kesehatan, membuat masyarakat tidak begitu perduli terhadap pentingnya mencegah penyebaran virus Covid-19. Pandemi virus Covid-19 yang menyerang sistem pernafasan dapat mengakibatkan gangguan ringan pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat hingga kematian.

Gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, kelelahan, batuk dan sesak napas. Namun pada kasus yang berat, infeksi Covid-19 dapat mengakibatkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Penularan virus Covid-19 ini terjadi antar manusia ke manusia melalui droplet atau cairan tubuh penderita dapat keluar dan masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut dan kontak erat dengan penderita.

Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Tanda-tanda dan ejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru. Tingkat penularan yang masih tinggi, angka morbiditas dan mortalitas akibat Covid-19 yang tinggi, serta proses pemulasaran jenazah pasien meninggal akibat Covid-19 yang dilakukan secara khusus mengakibatkan mayoritas masyarakat panik tanpa disertai pemahaman yang benar tentang Covid-19.

Tugas dari perguruan tinggi melaksanaan tri dharmanya dengan mentraferkan pengetahuan dan mengaplikasikan pada kepentingan masyarakat. Salah satu desa binaan Politeknik Negeri Jember di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Desa Kemuning Lor. Sebagai civitas akademik Politeknik Negeri Jember berkewajiban dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan masyarakat Desa Kemuning Lor. Selaras dengan strategi dan arah kebijakan desa Kemuning Lor dalam pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha. Disamping itu sesuai dengan roadmap Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan Politeknik Negeri Jember tentang manajemen dan pemasaran, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini juga bertujuan memberikan pelatihan mengenai manajemen usaha hingga teknik pemasarannya.

Politeknik Negeri Jember melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian telah melatih masyarakat Kemuning Lor dalam Pembuatan Hand Sanitizer Aroma PILATELI, pada Hari Sabtu, 15 Agustus 2020. Tim pelaksana pelatihan terdiri dari Irma Harlianingtyas, S.Si., M.Si selaku ketua dengan anggota, Ir. Dian Hartatie, MP. dan Ramadhan Taufika, S.Si,. M.Sc. Kegiatan pengabdian ini difasilitasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jember dari anggaran PNBP tahun 2020.

Menurut Ketua Pelaksana Pengabdian Irma Harlianingtyas, adanya warga yang positif terjangkit Covid-19 di Kabupaten Jember seharusnya membuat masyarakat Kemuning Lor lebih waspada dalam mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu himbauan World Health Organization (WHO) untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air mengalir atau cairan berbasis alkohol yang disebut hand sanitizer.

Didukung juga oleh pendapatnya Dian Hartatie selaku tim pelaksana, hand sanitizer menjadi barang langka dan mahal serta hand sanitizer efektif sebagai tindakan preventif yang mampu membunuh virus Covid-19 dengan formulasi anjuran World Health Organization (WHO). Oleh karenanya melatih dan memberikan edukasi pencegahan penularan virus covid-19 terhadap kesehatan pada warga di sekitar Kabupater Jember khususnya pada desa binaan Politeknik Negeri Jember merupakan tindakan yang tepat.

Informasi dari ketua kelompok pengajian Rusmiatun di Desa Kemuning Lor banyak yang tergabung dalam kelompok kegiatan tertentu seperti arisan dan pengajian. Salah satunya kelompok pengajian yang ada adalah kelompok pengajian Al Falah yang diikuti oleh masyarakat RT 01 RW 13 Desa Kemuning Lor. Kelompok ini berkegiatan dibidang keagamaan, aka tetapi juga aktif dalam kegiatan PKK untuk membangun desanya. Mereka juga berkeinginan untuk belajar berwirausaha dengan memanfaatkan peluang usaha ditengah pendemi virus Covid-19.

Selanjutnya ibu Rusmiatun ketua pengajian, mengundang tim pelaksanaan pengabdian melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) di Politeknik Negeri Jember memohon untuk bersedia memberikan edukasi pencegahan penularan virus covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer.

Ramadhan juga menjelaskan kepada kelompok pengajian, bahwa pembuatan hand sanitizer menjadi peluang wirausaha di masa wabah pendemi virus Covid-19 saat ini, dengan sedikit inovasi ditambahkan aroma PILATELI dengan inti minyak atsiri beroma kopi, cokelat, teh, cengkeh, dan vanili. Dimana masing-masing memilki kegunaan yang berbeda seperti antiseptik, antibakteri, antimikroba dan anti inflamasi.

Selanjutnya tim pelaksana memberi pelatihan manajemen usaha manajemen pemasaran baik secara konvensional maupun secara online melalui e-commerce produk hand sanitizer dengan 5 aroma berbeda sesuai usulan dari kelompok pengajian Al Falah.

Cara pembuatan Hand SanitIzer di jelaskan oleh Irma Harlianingtyas disebutkan bahan dan alat yang dipergunakan yaitu: Alkohol 96%, Hirogen peroksida 3%, Gliserol 98% 14,5 ml, aquades atau air matang dingin, minyak atsiri kopi, coklat, teh, cengkeh, vanili. Kemudian alat yang digunakan dalam membuat hand sanitizer adalah gelas ukur 1 liter, gelas ukur 500 ml, gelas ukur 250 ml, Pengaduk, gelas ukur 100 ml, gelas ukur 10 ml, sarung tangan, corong plastik, botol spray kemasan 100 ml atau 60 ml, pipet, tisu/lap, dan masker.

Adapun tahapan pembuatannya yakni: 1. Siapkan bahan dan alat, 2. Alkohol sebagai formula utama sebanyak 833,3 ml dituangkan ke dalam gelas ukur 1 liter, 3. Tambahkan hidrogen peroksida sebanyak 41,7 ml 4. Tambahkan gliserol 14,5 ml. Gliserol sangat kental dan menempel dinding pengukur silinder, sehingga harus dibilas dengan aquades, 5. Tambahkan aquades sebanyak 100 ml, 6. Tambahkan esensial oil/ minyak atsiri sebanyak 1 ml/100ml larutan. Ini akan memberikan aroma pada hand sanitizer.(Pilih salah satu aroma), Jika dalam 1 liter menginginkan aroma yang berbeda-beda maka bagi larutan handsanitizer pada wadah yang berbeda sebelum diberi esensial oil, 7. Aduk dengan perlahan agar semua tercampur.Jika sudah tercampur, segera pindahkan ke tempat botol kemasan botol 10 ml , 30 dan 60 ml., dan diberi label, 8. Tutup sesegera mungkin untuk menghindari penguapan.9. Diamkan selama 72 jam sebelum dipergunakan (agar minyak atsiri terurai dalam larutan).

Para peserta pengajian Al Falah menyambut baik kegiatan ini dan berperan aktif dalam diskusi dan praktek pembuatan hand sanitizer tersebut. Para ibu ibu peserta pengajian Al Falah berharap dengan adanya transfer teknologi ini akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Bagikan Ke:

Check Also

Manfaatkan Limbah Pertanian, Polije Dukung Penerapan Teknologi Pembuatan Asap Cair yang Multifungsi

– Sebagai media pengenalan jiwa ecopreneurship di Pondok Pesantren Ibnu Katsir Desa Kemuning Lor Arjasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *