Home / BERITA UTAMA / Polije Latih Peternak Sapi Perah Olah Limbah Jerami Kedelai Menjadi Pakan Berkualitas

Polije Latih Peternak Sapi Perah Olah Limbah Jerami Kedelai Menjadi Pakan Berkualitas

Jember- Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE), Uyun Erma Malika, S.TP, M.P dan Anang Febri Prasetyo, S.Pt, M.Sc memberikan pelatihan bagi para peternak sapi perah yang tergabung dalam kelompok ternak “Mandiri Sejahtera” yang berlokasi di Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan cara pengolahan pakan untuk ternak sapi perah dengan memanfaatkan jerami kedelai sebagai bahan bakunya.

Berawal dari permasalahan terkait sumber pakan hijauan untuk sapi perah, Boby ketua kelompok ternak “Mandiri Sejahtera” menyampaikan bahwa kebutuhan pakan hijaun dalam pengelolaan agribisnis sapi perah sangat tinggi, kurang lebih sekitar 10 persen dari bobot tubuhnya.

Dalam pemenuhan kebutuhan hijauan tersebut terkadang harus mengeluarkan biaya untuk membeli pakan hijauan terutama saat musim kemarau tiba, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan biaya. Padahal bagaimanapun pakan hijauan tersebut harus tetap dipenuhi, karena sebagai asupan makanan sapi perah agar dapat menghasilkan susu perah yang berkuantitas dan berkualitas tinggi.

Salah satu langkah untuk mencukupi kebutuhan pakan hijauan tersebut, maka pengolahan hay dapat menjadi alternatif solusinya.

Uyun memaparkan bahwa hay merupakan hijauan pakan yang dikeringkan dan diberikan kepada ternak sapi perah. Pada kegiatan ini, bahan baku yang digunakan dalam pengolahan hay yaitu berupa jerami kedelai.

“Jerami kedelai ini merupakan limbah pertanian yang banyak sekali terdapat di sekitar lokasi mitra yang umumnya hanya dibakar begitu saja di sekitar area lahan pertanian dan kurang dimanfaatkan,” kata Uyun.

Hay diolah dari jerami kedelai kering yang ditambah dengan urea untuk membantu proses amoniasi lalu dicetak berbentuk balok dengan menggunakan alat press hay.

“Teknik pembuatan hay yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang cukup tinggi diharapkan dapat minimalisir pengeluaran biaya pakan pada pengelolaan agribisnis sapi perah,” ujar Uyun.

Anang Febri menambahkan, bahwa limbah pertanian seperti jerami kedelai memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik bagi ternak sapi.

“Namun agar kualitas dapat meningkat, jerami kedelai perlu di olah dengan cara difermentasi atau di amoniasi terlebih dahulu dengan tujuan untuk melunakkan batang-batang jerami kedelai tersebut, sehingga ternak dapat dengan mudah untuk mengkonsuminya, sedangkan fermentasi bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi pada pakan tersebut,” kata Anang. 

Bobys peternak juga menyampaikan bahwa dengan metode ini peternak dapat semakin mudah untuk memperoleh pakan hijauan.

“Dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami kedelai yang dulunya di bakar, sekarang bisa digunakan sebagai pakan sapi perah, sehingga peternak sudah tidak ngarit lagi,” pungkasnya.

Check Also

Polije Kembangkan Industri Kecil Roti

Jember- Usaha roti mempunyai prospek yang cerah di Indonesia, khususnya di kota Jember karena roti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *