Home / BERITA UTAMA / Polije Tingkatkan Pengelolaan Usaha Batik Tulis Jember

Polije Tingkatkan Pengelolaan Usaha Batik Tulis Jember

Jember- Batik merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang perlu kita jaga dan perlu dilestarikan. Bahkan batik lebih dikenal warisan nenek moyang orang jawa. Wanita yang berasal dari Jawa di masa lampau menjadikan batik sebagai ketrampilan tambahan yang harus dimiliki wanita Jawa yang berusia dewasa.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi semakin maju yang tanpa mengenal batas waktu dan tempat maka budaya membatik berkembang sampai ke penjuru Nusantara di Republik kita.

Saat ini membatik tidak hanya diminati kaum tua tetapi juga kaum muda. Salah satu generasi muda yang sekarang dikenal Wirausaha muda batik asal Ambulu yang berkiprah dalam dunia membatik adalah Khusnul (45).

Khusnul mengenal batik tulis ini pada saat diadakan pelatihan membatik yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja Kabupaten Jember yang diikuti akhir tahun 2014.

Seiring waktu, usaha batik milik Khusnul mulai berkembang. Pada awal tahun 2016 usaha Khusnul mulai dikenal masyarakat dengan adanya penambahan pesanan baik dalam kecamatan Ambulu sampai keluar daerah. Namun dalam perkembangan usaha batik tulis tersebut, Ia juga mengalami kendala-kendala.

Melihat kendala yang dihadapi masyarakat, Tim Pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember yang terdiri Dewi Kurniawati, S.Sos,M.Si dengan Oktanita Jaya Anggraeni SE, MP tergerak untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk pelatihan dan bantuan berupa Ipteks kepada mitra yaitu batik tulis milik mbak khusnul dengan mereknya KH.

“Kami yang bergerak dalam dunia pendidikan ingin membantu masyarakat yang membutuhkan termasuk pengelolaan usaha batik tulis,” ujar Dewi yang juga dosen Jurusan Manajemen Agribisnis.

Dewi menjelaskan, pihaknya memberi bantuan pembuatan kemasan dan kotak batik yang berdesain seni batik.

“Selain itu melihat pengelolaan usaha batik mbak khusnul yang ternyata masih tradisional atau belum tertata rapi mengenai pembukuan. Untuk itu maka kami memberikan pelatihan pengelolaan usaha berupa pengetahuan dan keterampilan dalam pembukuan,” kata Dewi.

Dewi menambahkan, pendampingan ini tujuannya agar mitra bisa melihat berapa banyaknya pemasukan dan pengeluaran yang dikeluarkan selama mengelola usaha batiknya.

Sebab selama ini antara pemasukan dan pengeluaran rumah tangganya dijadikan satu sehingga mitra belum bisa melihat berapa laba bersih dan berapa modal.

Sementara itu anggota tim pengabdian lainnya, Oktanita Jaya Anggraeni menerangkan, pihaknya juga memberikan pelatihan tentang pengetahuan e-commerce.

“Selama ini pemasaran mitra hanya melalui Mouth to mouth, via telp, via sms saja. Dengan diberikan pengetahuan e-commerce maka mitra semakin mengetahui cara memasarkan produk yang dihasilkan,” pungkas Oktanita Jaya Anggraeni. (wi/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Gelar Pelatihan Wirausaha Baru Olahan Daging Hiu Botol Pada Kelompok Pemuda

Pandemi covid-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi. Banyak industri yang merumahkan karyawannya, mengurangi kapasitas produksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *